BI Bantah Pukul Reporter SCTV

Kompas.com - 13/05/2009, 11:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak Bank Indonesia membantah telah memukul reporter SCTV, Carlos Pardede. "Tidak memukul," tegas Humas BI Aswin Gantina saat diklarifikasi Kompas.com, Rabu (13/5).

Ia menjelaskan kronologi peristiwa yang menyebabkan Carlos berdarah. Dikatakannya, berdasarkan SOP (standard of procedure), setiap tamu termasuk wartawan yang masuk ke kompleks Bank Indonesia bakal ditanya identitas serta tujuan kedatangannya oleh petugas keamanan yang menjaga di pintu gerbang BI. Rombongan SCTV itu, menurut  Aswin, memakai mobil tanpa logo SCTV.

Saat ditanya satpam mengenai KTP mereka, sebut Aswin, rombongan SCTV itu hanya diam saja. Satpam, sebutnya, sampai bertanya dua kali. "Reporter itu malah turun dan berteriak-teriak dengan nada emosi, menarik-narik satpam sampai kepalanya berdekatan," sebutnya.

Karena keributan itu, datang seorang satpam BI yang berusaha melerainya. Namun, menurut Aswin, Carlos meminta satpam itu tidak usah ikut campur serta mendorong dan memajukan kepalanya ke satpam yang baru datang itu. "Mungkin karena refleks, satpam juga menyorongkan kepalanya sehingga beradu dan mengakibatkan kepala Carlos berdarah," ujarnya.

Dikatakan Aswin, BI sendiri berusaha untuk memediasi kedua pihak yang berseteru itu agar berdamai. Karena kedua memang sedang melakukan tugasnya masing-masing. "selama ini belum pernah ada insiden seperti itu di BI," tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, BI juga menawarkan pengobatan kepada Carlos, bahkan sampai mendatangkan dokter ke tempat mediasinya di Gedung BI. "Namun pihak Carlos menolak mediasi ataupun tawaran pengobatan dari BI," ujar Aswin.

Carlos sendiri melaporkan peristiwa itu ke Polres Jakarta Pusat. Menurut Aswin, BI akan mengikuti prosedur yang dilakukan Carlos.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau