Walah... Anggota KPU Saja Beda Pendapat Soal Kursi

Kompas.com - 13/05/2009, 11:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) beda pendapat soal legitimasi hasil penghitungan perolehan kursi yang disampaikan pada tanggal 9 Mei lalu. Anggota KPU, Andi Nurpati, menilai hasil 9 Mei belum dapat dijadikan acuan untuk mendaftarkan calon presiden dan wakil presiden, sementara Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary mengatakan, hasil 9 Mei bisa dijadikan acuan.

"Karena kita lihat di situ ada beberapa hal yang perlu diperbaiki," tutur Andi di Gedung KPU, Rabu (13/5). Andi beralasan, KPU tidak pernah menyampaikan hasil penghitungan perolehan kursi kepada parpol secara formal. Jumlah perolehan kursi yang disampaikan pada tanggal 9 Mei baru berupa hasil penghitungan sementara.

Oleh karena itu, KPU merasa perlu mengumpulkan kembali parpol-parpol untuk menyamakan persepsi tentang teknis penghitungan perolehan kursi dan hasilnya. Nanti malam, KPU akan bertemu parpol-parpol tersebut.

Sedangkan menurut Hafiz, perolehan kursi yang diumumkan tanggal 9 Mei lalu sudah berupa ketetapan yang dapat dijadikan acuan pendaftaran capres dan cawapres. "Kalau ada yang daftar hari ini bisa pakai yang kemarin. Kalo daftar mulai besok, pakai (ketentuan) yang nanti malam," ujar Hafiz.

Protes seputar perolehan kursi mengalir dari sejumlah parpol karena terdapat perubahan jumlah perolehan kursi yang diinformasikan KPU. Hal ini terjadi karena teknis penghitungan perolehan kursi yang dipahami oleh KPU berbeda dengan pemahaman ketentuan penghitungan kursi oleh parpol.

Menurut pemahaman KPU, sisa suara dari suatu dapil di sebuah provinsi yang jatah kursinya sudah habis tidak dapat ditarik ke provinsi untuk diikutsertakan dalam penghitungan perolehan kursi tahap ketiga. Sedangkan parpol memahami bahwa sisa suara dari seluruh dapil dapat diikutsertakan pada tahap ketiga untuk memperebutkan sisa kursi lainnya meski kursi yang tersisa berasal dari dapil yang berbeda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau