BANTUL, KOMPAS.com — Bupati Bantul Idham Samawi secepatnya mengundang pihak bank yang menempatkan mesin ATM-nya di Bantul. Belajar dari pembobolan ATM Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Kasongan akhir April lalu, Idham akan mendesak bank meningkatkan pengamanan mesin ATM. Keamanan ATM di sentra kerajinan rakyat adalah juga citra pariwisata daerah.
Sebelum ATM di sentra gerabah Kasongan dibobol, sebelumnya ATM BCA di sentra kerajinan kulit di Manding juga dibobol. Mesin ATM bisa diangkat dalam 10-15 menit. "Ini menunjukkan pengamanan ATM asal-asalan. Jangan lagi sebatas dilekatkan dengan baut ke lantai, tapi harus dicor dengan lantai," ujar Idham, Rabu (13/5).
Pembobolan dua ATM di dua sentra kerajinan wisata, Idham melanjutkan, mencoreng citra Bantul sebagai daerah tujuan wisata yang disuarakan aman dan nyaman. ATM jelas diperlukan wisatawan karena mereka biasanya tidak membawa uang tunai. Selain itu, warga pun memerlukan.
"Saya juga berharap pihak bank tidak trauma, dan mau memasang lagi mesin ATM di banyak tempat di Bantul. Parangtritis dan tempat wisata lain masih perlu ATM," ucap Idham.
ATM BPD di Kasongan belum dibuka hingga kemarin. Namun, Manajer Pemasaran BPD DIY Sulcha Prihasti memastikan segera. "Sekarang masih dalam proses," ujarnya. Sulcha sebelumnya sudah menyampaikan bahwa pengamanan mesin ATM akan ditingkatkan.
Sejumlah perajin dan pihak kios gerabah di Kasongan berharap ATM segera dibuka. "Meski saya bukan nasabah BPD, namun saya yakin banyak pembeli dan wisatawan yang adalah nasabah BPD. Secara langsung, jika ATM tidak segera dibuka lagi, itu akan merugikan perajin juga. Pembeli kan tidak semuanya bawa uang tunai dari rumah," ujar Mrajak (40), perajin di Kasongan.
Disampaikan pula oleh Sulcha, semua ATM BPD masuk dalam jaringan bersama yang terhubung dengan 14.000 ATM se-Indonesia, terhubung pula dengan BANCARD (ATM di Malaysia) sehingga di Malaysia bisa menarik uang ringgit dengan ATM BPD. Sebaliknya, dengan ATM BANCARD, warga Malaysia bisa menarik uang rupiah di ATM BPD.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang