Daimler Fuso Tutup Dua Pabrik di Thailand dan Jepang

Kompas.com - 13/05/2009, 21:35 WIB

KAWASAKI, KOMPAS.com — Mitsubishi Fuso Truck & Bus Corp, unit Daimler AG yang memproduksi kendaraan komersial di Jepang, akan menutup dua pabriknya, yaitu di Thailand dan Jepang. Di samping itu, mereka juga akan mengurangi jumlah karyawannya sampai 15 persen. Hal tersebut terpaksa dilakukan Fuso karena resesi global yang menyebabkan penjualan mereka turun.

Divisi Fuso ini akan mengurangi karyawannya sampai 2.300 orang di seluruh dunia menjelang akhir 2010. Perusahaan tersebut akan menawarkan paket pemutusan hubungan kerja atau tidak mengganti orang yang pensiun atau keluar dari perusahaan tersebut.

Kebijakan perusahaan tersebut langsung disampaikan oleh Harald Boelstler, Presdir Fuso, hari ini dalam sebuah jumpa pers di Kawasaki, markas besar perusahaan tersebut. Juga diinformasikan, Fuso akan mengakhiri produksinya di Thailand tahun ini dan menutup pabrik kecil yang membuat bus di Oye, Jepang, tahun depan.

Penghematan ini merupakan reorganisasi kedua Fuso yang kini merupakan divisi dari Daimler, sebagai produsen kendaraan berat terbesar di dunia. Perusahaan yang terdapat di Stuttgart, Jerman, ini juga telah mengumumkan rencana mereka pada Oktober mendatang untuk menutup dua pabriknya di Amerika Utara. Di samping itu, mereka melepas merek Sterling Truck dan mengurangi 3.500 karyawan agar bisa menghemat sampai 900 juta dollar AS setiap tahun sampai 2011.

Ditambahkan, Fuso akan mengeluarkan biaya 35 miliar yen atau 362 juta dollar AS untuk melakukan reorganisasi ini.

Penjualan domestik Fuso—85 persen sahamnya dimiliki oleh Daimler—turun sampai 39 persen tahun ini. Hal itu bisa terjadi karena banyak perusahaan Jepang membatalkan atau menunda pembelian truk baru karena kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Sementara itu, Isuzu Motors Ltd dan Hino Motor Ltd, dua produsen truk dan bus di Jepang, juga telah memperkirakan akan mengalami kerugian tahun ini.

Fuso menyumbang 40 persen penjualan truk Daimler di seluruh dunia dengan karyawan 15.400 orang. Divisi tersebut mengatakan, reorganisasi, termasuk pengurangi karyawan dan menutup pabrik, akan membantu penerimaan sekitar 100 miliar yen pada 2011.

Sekitar 2.000 karyawan yang di-PHK berasal dari Jepang. Sekitar 1.400 orang dari mereka adalah para wiraniaga.

Pabrik Fuso di Kawasaki membuat truk ringan, menengah, dan berat. Adapun pabrik di Nakatsu, Kanagawa, membuat transmisi dan komponen lain. Perusahaan ini juga bermitra membuat bus dengan Nissan Diesel Motor Co dan Volvo AB.

Pindah ke Indonesia?
Divisi unit Mitsubishi Fuso Bus Manufacturing Co, yang membuat bus tipe sedang dan besar, akan menggantikan produksi model yang sekarang dibuat di Oye. Truk yang sekarang dibuat di Thailand akan dipindahkan ke negara Asia Tenggara lain. Tidak dijelaskan, apakah di Indonesia, yang saat ini merupakan ladang subur Fuso di Indonesia.

Daimler membeli saham Fuso 43 persen pada 2005 dan memperbesar menjadi 85 persen pada 2005. Sisanya 15 persen, dimiliki Mitsubishi Corp.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau