Demokrat Yakin Boediono Bakal Diterima Partai Pendukung SBY

Kompas.com - 13/05/2009, 22:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pilihan calon presiden Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono menjadikan Gubernur Bank Indonesia Boediono selaku cawapres pada pemilihan presiden dan wakil presiden 2009 merupakan pilihan terbaik atas semua pilihan yang ada. Boediono dinilai sosok yang sangat kecil menerima pro dan kontra dari partai pendukung koalisi bersama Partai Demokrat.

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman menilai, kehadiran mantan Menko Perekonomian Kabinet Indonesia bersatu ini justru bakal mempersatukan koalisi bersama yang selama ini dijalin Partai Demokrat.

"Dia bukan orang partai, dan ada kemungkinan mempersatukan koalisi secara lebih baik," ujar Hayono Isman di Jakarta, Rabu (13/5).

Menurut Hayono, pada dasarnya siapapun pilihan pendamping SBY akan mendapat respon dari partai pendukung koalisi Demokrat. "Kita sempat guyon dengan (pengurus) PKB. Mereka mengatakan, kalau PKS terpilih mereka yang akan cabut. Jadi siapapun cawapres yang dipilih pasti timbul pro dan kontra," tukasnya.

Dia mengatakan, tidak ada masalah mendasar atas pilihan SBY secara informal melalui utusan khususnya. Sebab, pandangan yang mengemukaka di media nasional merupakan pandangan pribadi, dan bukannya partai.

"Yang kita dengarkan itu belum pandangan partai, ini baru pandangan individu," paparnya.

Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris menganggap, kegaduhan politik yang terjadi saat ini merupakan kegaduhan komunikasi politik belaka. "Tapi jangan sampai kegaduhan ini tanpa makna di mata masyarakat. Tidak jelas pesan politik apa yang akan disampaikan," urai Syamsuddin Haris.

Dia menilai, langkah SBY yang mendapat kuasa penuh dari Partai Demokrat memilih pendamping pada pemilu presiden dan wapres adalah hal yang wajar. Hal yang wajar juga terjadi pada upaya partai Islam atau partai berbasis Islam untuk mundur dari koalisi bersama Partai Demokrat.

"Koalisi mereka ini kan belum ijab kabul," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau