MEDAN, KOMPAS.com - Mantan pemain PSMS, HM Yusuf Siregar (81), mengembuskan napas terakhir, Selasa (12/5). Kematiannya merupakan sebuah kehilangan besar bagi keluarga besar olahraga di Medan.
"Keluarga besar PSMS benar-benar kehilangan seorang tokoh sepak bola yang sangat dihormati dan dihargai," kata mantan pemain PSMS, Parlin Siagian, di Medan, Rabu (13/5).
Yusuf Siregar yang terakhir juga berpangkat Letkol Pol (Purn) meninggal dunia di rumah duka di Jalan Masjid Gang Perwira No 1 Medan, Selasa (12/5), pukul 10.00 WIB.
Almarhum menghadap Sang Pencipta setelah sekian lama menderita sakit. Ia meninggalkan seorang isteri, Nurmilan br Rangkuti, serta tujuh orang anak, 17 orang cucu dan seorang cicit.
Yusuf Siregar lahir di Sibolga, 8 Agustus 1928. Ia mengawali karirnya di sepak bola dengan bergabung di Klub TAM di kota tersebut.
Menurut Parlin , dengan wafatnya Yusuf Siregar, PSMS tidak hanya kehilangan seorang tokoh yang selama ini dikenal sebagai bapak, tetapi juga kehilangan pembina yang dikenal arif dan bijaksana.
"Ketika beliau bergabung dengan PSMS pada era 1950-an tim ini sangat disegani tim lawan," katanya.
Di tim PSMS, Yusuf mendapat julukan "the killer" atau sang pembunuh di lapangan hijau.
"Kepribadian Pak Yusuf perlu dicontoh para pemain muda. Beliau dikenal memiliki disiplin tinggi, selalu tekun dan rajin berlatih, sehingga wajar beliau dijadikan tokoh sepak bola nasional," katanya. (ANT)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang