Jalan Panjang Mega-Prabowo, Akankah Berujung Malam Ini?

Kompas.com - 14/05/2009, 12:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto sudah sejak sebelum pemilu legislatif diwacanakan akan berpasangan pada pemilu presiden Juli mendatang. Komunikasi intens antara PDI Perjuangan dan Gerindra semakin menguatkan wacana tersebut. Namun, setelah koalisi besar yang juga digalang PDI Perjuangan dan Gerindra tak memberikan harapan, hubungan kedua partai terlihat merenggang.

Masing-masing seakan mencari jalan sendiri. Wacana Mega-Prabowo lenyap, seiring masuknya 'pihak ketiga', Demokrat. Melalui Hatta Radjasa, Demokrat membuka ruang komunikasi dengan PDI Perjuangan. Pendekatan ini dikabarkan membuat Gerindra terbuang. Apalagi, Gerindra juga masih bertahan untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai capres. Sama-sama ngotot maju sebagai capres, membuat komunikasi politik kedua partai mentok.

Ketua Deperpu PDI Perjuangan, Taufik Kiemas, bahkan menyebut Prabowo sebagai masa lalu dan memotori pendekatan dengan Demokrat. Langkah penjajakan dengan Demokrat didesuskan terhenti karena terganjal restu Megawati.

Semuanya mentok, sementara batas waktu pendaftaran capres-cawapres semakin mendekati batas akhir pada 16 Mei. Kemarin, Ketua DPP Tjahjo Kumolo mengatakan, opsi saat ini melakukan finalisasi dengan Prabowo Subianto. Artinya, pilihan Megawati mengerucut pada mantan Danjen Kopassus itu.

"Akan dilakukan pertemuan tertutup dalam dua hari ini. Besok malam (malam ini), akan diumumkan kepada publik keputusannya," demikian Tjahjo Kumolo menjelaskan tahapan komunikasi PDI Perjuangan dan Gerindra.

Namun, hasil pertemuan tertutup tadi malam juga tak menghasilkan keputusan berarti. Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung mengatakan, masih dalam tahap menyamakan persepsi. Hari ini, kedua partai akan melakukan pertemuan maraton demi mencapai sikap akhir yang akan diumumkan malam nanti. Pertemuan yang sulit diendus, di mana tempatnya.

Desas-desus yang beredar di kalangan wartawan, sesungguhnya sudah dicapai kata sepakat mengajukan Mega-Prabowo sebagai pasangan capres-cawapres.

Jalan panjang Mega-Prabowo, akankah berujung malam ini? Apakah ujungnya mempertemukan mereka berdua melaju bersama di arena pilpres menantang dua petarung yang telah menunggu? Semoga ada jawaban malam ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau