Ribuan Keping Kayu Ilegal Disita, Pelaku Tidak Ditemukan

Kompas.com - 14/05/2009, 13:42 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com — Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Kalaweit Kalimantan Tengah menyita 2.000 keping kayu rimba campuran dari satu industri pengolahan kayu tanpa izin di Desa Runtu, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Selain itu, tim SPORC dalam patrolinya di Jalan Ahmad Yani Arut Selatan juga menyita 170 keping kayu ulin tanpa dilengkapi dokumen sah yang diangkut menggunakan truk. "Penggerebekan industri kayu tanpa izin di Runtu dilakukan pada 5 Mei, sedangkan truk berisi kayu ulin itu kami amankan pada 7 Mei lalu," kata Kepala Unit Operasi SPORC Brigade Kalaweit, Slamet, di Palangkaraya, Kamis (14/5).

Slamet menambahkan, penggerebekan di industri kayu tanpa izin itu diduga sudah bocor sehingga pada saat personel SPORC Brigade Kalaweit sampai di lokasi tidak ditemukan satu pun pelaku. Meski demikian, tim berhasil menyita satu set alat pengolah kayu bulat, gergaji mesin, genset, kapak, dan kayu olahan rimba campuran sebanyak sekitar 2.000 keping.

"Saat ini kami sudah mengidentifikasi satu orang yang merupakan pemilik industri kayu tanpa izin tersebut. Kami sedang mengejarnya," kata Slamet. Adapun saat menghentikan truk pengangkut ulin tanpa dokumen sah, tim patroli SPORC menangkap Skm yang mengaku sebagai pemilik kayu tersebut.

Saat ini Skm ditahan di Markas Kepolisian Resor Kotawaringin Barat dan disidik oleh penyidik pegawai negeri sipil SPORC Brigade Kalaweit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau