JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Lembaga Riset Informasi (LRI) Johan O Silalahi memprediksikan tingkat elektabilitas pasangan Calon Presiden Jusuf Kalla dan Calon Wakil Presiden Wiranto (JK-Win) akan mengalahkan pasangan calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan calon wakil presiden Boediono (SBY-Boediono) dalam jangka waktu satu bulan.
Menurut Johan, penurunan elektabilitas itu diakibatkan kesalahan politik terbesar yang dibuat SBY dengan memilih Boediono yang juga Gubernur Bank Indonesia sebagai pasangan calon wakil presidennya dalam Pemilu Presiden 2009.
"Penolakan Boediono ini akan bergulir semakin besar," kata Johan seusai menjadi pembicara dalam sebuah diskusi politik di Jakarta, Kamis (14/5).
Berdasarkan data LRI, pasangan capres dan cawapres SBY dan Hidayat Nur Wahid memiliki tingkat elektabilitas yang lebih tinggi, yaitu sebanyak 36,5 persen jika diperbandingkan dengan pasangan JK-Win yang hanya mampu meraih suara rakyat sebanyak 27 persen.
Namun, setelah terpilihnya Boediono sebagai cawapres untuk mendampingi SBY, tingkat elektabiltas pasangan SBY-Boediono mengalami penurunan sebanyak 2,5 persen.
"Oleh karena itu, saya yakin dalam satu bulan ke depan pasangan JK-Win akan seimbang dengan SBY-Boediono," kata pria berkacamata itu.
Hal kedua yang membuat turunnya tingkat elektabilitas pasangan SBY-Boediono adalah kebijakan pemerintah yang akan diterapkan kedua pasangan tersebut ketika menjalankan roda pemerintahan.
Pengamat politik tersebut menilai kebijakan pemerintahan SBY-Boediono kelak akan sangat pro terhadap pihak asing sehingga mereka bisa menjajah negara secara ekonomi.
Menurut Johan, kemungkinan koalisi antara PDI-P dan Gerindra yang akan menghasilkan pasangan Mega-Prabowo tidak akan banyak berpengaruh dalam ajang pemilu presiden mendatang.
"Tingkat elektabilitas pasangan ini akan turun karena ada banyak sekali permasalahan masa lalu yang akan diungkap berkaitan dengan Pak Prabowo," kata Johan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang