Raikkonen: Sulit Membayangkan F1 Tanpa Ferrari

Kompas.com - 14/05/2009, 17:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana Ferrari untuk mundur dari balapan Formula 1 (F1) musim mendatang mengundang banyak keprihatinan. Kini, giliran Kimi Raikkonen yang angkat bicara.

Pebalap asal Finlandia yang dua musim lalu menjadi juara dunia bersama Ferrari itu mengatakan, pamor F1 akan menurun, bahkan hilang, jika si "Kuda Jingkrak" benar-benar menarik diri hanya karena menolak proposal budget cap. Meskipun demikian, Raikkonen memahami keputusan Ferrari itu.

Seperti yang sedang santer dibicarakan, mulai musim depan FIA akan menerapkan sistem budget cap untuk membatasi anggaran biaya semua tim. Namun, Ferrari—termasuk Renault, Toyota, dan Red Bull—dengan tegas menolak karena budget cap akan menimbulkan standar ganda pada aturan karena ada balapan dua tingkat (two-tier). Ini akan merusak citra F1.

"Sulit untuk membayangkan F1 tanpa Ferrari. Ketika saya masih bersama McLaren, Scuderia dari Maranello adalah titik ukurnya, kompetitor yang harus dibandingkan. Sejak saya tiba di sini, saya memahami bahwa itu lebih dari sekadar sebuah tim karena mereka adalah legenda," ungkap Raikkonen.

"Saya selalu memiliki kegilaan untuk balapan dengan segala yang bermesin dan selalu berpikir F1 adalah puncak dari olahraga motor, termasuk kompetisi dan teknologi. Karena itu, jika aturannya seperti yang direncanakan FIA, itu akan sulit untuk membayangkan F1 yang sudah dilaksanakan sampai sekarang.

"Saya tidak bisa membayangkan para pebalap akan beraksi di trek dengan aturan yang berbeda; itu tidak baik untuk olahraganya sendiri, juga untuk fans. Nah, jika benar-benar terjadi, akan sangat buruk dan saya memahami bahwa sebuah perusahaan seperti Ferrari berpikir untuk meninggalkannya," ujar Raikkonen.

Hal senada diungkapkan Felipe Massa. Rekan setim Raikkonen ini juga sepakat dengan keputusan Ferrari jika budget cap benar-benar direalisasikan mulai musim 2010.

"Saya memahami motivasi dan mengapa perusahaan memilih untuk mundur. Ide untuk mengadakan lomba dengan dua aturan, seperti membolehkan penggunaan sayap depan dan belakang yang disesuaikan, mesin tanpa pembatas putaran, adalah hal yang mustahil. Kita telah melihat tahun ini bahwa aturan-aturan 'tidak menentu, bukan hanya membingungkan kami, melainkan juga fans'. Nah, coba bayangkan bagaimana nantinya pada tahun 2010.

"Menjadi seorang pebalap Ferrari di F1 adalah sebuah mimpi dan saya telah mewujudkannya. Sejak kecil, bagi saya Ferrari sama seperti balapan; itulah mengapa saya yakin, jika Scuderia dipaksa untuk meninggalkan F1, di sana akan ada kompetisi lain, di mana 'Si Merah' akan dimungkinkan beraksi di atas trek," ungkap Massa yang musim lalu menjadi runner-up meskipun paling banyak naik podium pertama. (CRS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau