Penumpang Hanya 10, Retribusi Malah Naik

Kompas.com - 14/05/2009, 20:21 WIB

MADIUN, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mengusulkan kenaikan retribusi bagi bus dan angkutan umum lainnya yang masuk ke Terminal Caruban. Padahal kondisi terminal tersebut seperti mati karena sangat sedikitnya jumlah penumpang yang naik dari sana.

Pemkab Madiun mengusulkan kenaikan retribusi terminal melalui rancangan peraturan daerah (raperda) yang bakal mengganti Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 1999 tentang Retribusi Terminal.

Di dalam draf raperda disebutkan, retribusi terminal untuk bus cepat (AC) naik dari Rp 750 menjadi Rp 1.500, untuk bus ekonomi naik dari Rp 500 menjadi Rp 1.000, bus mini naik dari Rp 400 menjadi Rp 750, dan angkutan umum dari Rp 300 menjadi Rp 500.

"Kenaikan ini kami usulkan karena daerah-daerah lain seperti Kota Madiun, Nganjuk, dan Ngawi tarif retribusinya sudah seperti usulan kami. Sementara kami sudah sepuluh tahun retribusi tidak direvisi," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun, Samsuri, Kamis (14/5).

Padahal dia menyadari kalau kondisi di terminal itu seperti mati karena sangat sedikitnya jumlah penumpang yang naik dari sana. Rata-rata setiap harinya, terminal bertipe B itu hanya dikunjungi oleh sepuluh orang penumpang. Paling banyak, terjadi biasanya tujuh hari paska Lebaran, hanya sekitar 100 orang penumpang.

Sedikitnya jumlah penumpang ini berbanding terbalik dengan jumlah bus atau kendaraan umum lainnya yang masuk ke terminal. Rata-rata setiap harinya ada 285 bus yang masuk ke terminal sedangkan untuk kendaraan angkutan umum rata-rata ada 40 kendaraan setiap hari.

Dengan kondisi ini, seringkali bus atau kendaraan umum lainnya hanya numpang lewat di terminal itu tanpa menaikkan satupun penumpang. Meski tidak mendapatkan penumpang, mereka tetap harus membayar retribusi terminal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau