Resep Panjang Umur ala Mbah Sayem, Bervegetarianlah!

Kompas.com - 14/05/2009, 20:57 WIB

KOMPAS.com — Apa hubungan bervegetarian, umur panjang, dan kesehatan? Coba dengar komentar Mbah Sayem, perempuan tertua yang dirawat di Panti Sosial Tresna Werdha Yogyakarta Unit Budi Luhur (Bantul).

Mbah Sayem yang usianya 107 tahun ini jelas tak kenal istilah vegetarian. Ia hanya bilang tak pernah makan ikan (air tawar), ayam, sapi, kambing, apalagi seafood. "Saya enggak pernah sakit," ujarnya tertawa, Kamis (14/5).

Daging, kata Mbah Sayem, tak diminati. Baunya amis, beda dengan sayur yang segar. "Saya pernah, waktu muda dulu, coba makan lele. Namun, baru satu gigitan, saya langsung muntah. Benar-benar amis, rasanya tidak enak," katanya dalam bahasa Jawa.

Mbah Sayem mengaku paling suka masakan dari olahan daun singkong dan sayur asem. Ia tak mau masakan yang ada kuah santannya. Asal sayuran, juga buah, dia suka.

Matanya masih cukup awas, demikian pula pendengarannya. Ia pun masih suka nyanyi. Urusan mandi masih bisa sendiri. Hanya ketika berjalan, kaki harus dilangkahkan pelan-pelan.

"Mata saya ini awas juga kok sebenarnya. Beberapa waktu lalu, kening saya kena lingir (pojokan tiang kayu). Terus, saya dijahit. Setelah itu kok mata kanan agak kabur," ungkapnya dalam bahasa Jawa.

Mbah Sayem adalah satu dari sekian lansia yang telantar. Dulu, warga Bantul Kota ini adalah petani, menggarap sawah bersama suami. "Anak saya satu, putri, tinggal di Sulawesi, tapi enggak pernah menengok kemari. Ya sudah," ujarnya.

Mbah Sayem masuk ke panti tahun 1985, setelah dibujuk pejabat pengurus panti. "Saya maturnuwun sama mereka. Hidup saya menyenangkan," katanya tertawa riang.   

Nah, siapa mau mencoba resep hidup ala Mbah Sayem?  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau