JAKARTA, KOMPAS.com — Memasangkan capres dan cawapres sering diibaratkan seperti menikahkan dua sejoli. Kata-kata seperti perjodohan, bibit, bebet, bobot, mahar, hingga ijab kabul pun kerap digunakan untuk menggambarkan proses sebelum mencapai kata sepakat maju bersama. Maka, deklarasi pasangan pun selayaknya diibaratkan sebuah pesta bagi sang pengantin.
Deklarasi pasangan capres PDI Perjuangan diinformasikan akan berlangsung Jumat (15/5) besok, pukul 14.00, di Rumah Perjuangan yang juga kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar, Jakarta. Persiapan pun sudah dipersiapkan. Sekitar pukul 21.00, Kamis (14/5), dua buah truk mengantarkan ratusan kursi yang diperuntukkan bagi para tamu yang akan menyaksikan 'ijab kabul'. Di salah satu sudut halaman rumah yang dinamakan Rumah Perjuangan itu, kursi-kursi diletakkan.
Sayangnya, hingga kurang dari 24 jam perhelatan, belum jelas siapa pasangan yang akan mendampingi capres PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Hari ini sudah beredar kabar bahwa capres Gerindra, Prabowo Subianto, menyatakan kesediaannya menjadi cawapres Mega. Prabowo pun legowo mengubur mimpi merebut kursi RI-1.
Menjelang malam, kabar itu kabur lagi. Pengumuman yang dijanjikan berlangsung malam ini dibatalkan. Alasannya teknis persiapan deklarasi. Sesederhana itukah? Tampaknya tidak. Gerindra kembali mengeluarkan penegasan bahwa tidak benar Prabowo menjadi cawapres. Sinyal menunjukkan bahwa 'ijab kabul' belum final. Mungkin, mahar yang belum cocok.
Lalu, untuk siapakah pesta besok akan digelar? Siapa pasangan "pengantin" yang akan bersanding di rumah megah itu?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang