Kontrak Tevez Masih Menggantung

Kompas.com - 15/05/2009, 00:42 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Masa depan Carlos Tevez kian mengawang-awang. Pemain Argentina itu sama sekali belum mendapatkan tawaran kontrak dari klub mana pun, termasuk dari klubnya saat ini, Manchester United.

Tevez saat ini bersama MU dengan status pinjaman. "Setan Merah" sangat ingin memiliki striker tersebut, apalagi Tevez bermain baik musim ini. Golnya ke gawang Wigan Athletic, Rabu (13/5), membuat CEO MU, David Gill, maju menawarkan kontrak tetap kepada Carlitos. Masalahnya, "The Red Devils" masih kerepotan dengan status kepemilikan Tevez.

"David Gill telah melakukan pertemuan dan saya sudah bilang kepadanya. Kami telah memberinya tawaran dan kami harap dia menerima. Masalahnya adalah kami tidak bernegosiasi dengan klub sepak bola," kata pelatih Sir Alex Ferguson.

Ungkapan Fergie ini langsung dibantah oleh agen pemilik Tevez, Kia Joorabchian. Joorabchian menegaskan, memang benar ia telah melakukan pertemuan dengan klub penguasa Liga Inggris tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa tidak ada tawaran apa pun untuk Tevez.

"Kami sama sekali tidak mendapat tawaran untuk Carlos, tidak ada tawaran pribadi kepada Carlos," kata Joorabchian kepada Sky Sports News. "Saya sudah berbicara dengan David Gill, kami melakukan pertemuan tapi tidak ada tawaran kepada Carlos."

Joorabchian menambahkan, musim depan tidak ada pilihan lain bagi MU selain membeli Tevez. Masa pinjam selama dua musim sudah cukup bagi Tevez untuk menentukan masa depannya. Jika MU tidak segera menyegel Carlitos dengan kontrak permanen, tim lain bisa menggoyang keberadaan sang pemain. Manchester City dan Liverpool disebut-sebut ingin membeli pemain tersebut, demikian pula Real Madrid.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau