Warga Berbagai Kota Penasaran Jenglot Perempuan

Kompas.com - 16/05/2009, 07:49 WIB

BOJONEGORO, KOMPAS.com — Hingga siang kemarin sejumlah warga dari luar kota terus berdatangan dengan maksud menyaksikan secara langsung jenglot berambut panjang warna pirang yang hilang itu. Namun, mereka harus kecewa dan kembali pulang karena jenglot menghilang dan tak bisa dilihat.

Mereka datang dari Tuban, Lamongan, Gresik, Blora, dan beberapa wilayah lain di Jawa Timur. Beberapa warga yang datang itu mengaku penasaran dengan bentuk jenglot yang akhir-akhir ini ramai diberitakan. Apalagi disebutkan bahwa jenglot penemuan Mbah Lamidi dan timnya ini beda dengan jenglot yang sebelumnya sering ditemukan.

“Mereka penasaran karena jenglot yang ini berbadan ular yang panjang dan dianggap berbeda dengan jenglot-jenglot lain yang pernah ada,” terang Kades.

Jenglot yang rencananya dipertontonkan secara umum itu berfisik kecil, bertubuh ular, dan kepalanya mirip wanita yang ditemukan oleh Mbah Lamidi bersama 8 warga setempat yang ikut menjalani ritual untuk mengambil jenglot di sungai berjarak 70 meter depan rumahnya pada Jumat (8/5) lalu.

Bentuk jenglot seperti sesosok ular melingkar dengan badan dan kepala seperti manusia dengan dilengkapi rambut panjang di bagian belakang hingga disebut jenglot wanita berambut panjang warna pirang. Panjang badan sekitar 18 sentimeter, rambut panjang kurang lebih 20 cm, dengan di bagian muka terdapat dua alis warna putih memanjang, mata terbelalak, dua taring, dan badan sampai ekor panjangnya kalau menjulur diperkirakan sampai 90 cm. Juga ada dua tangan yang menyila di dada, dengan jari-jari berwarna hitam dan kukunya memanjang. st31

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau