Hanya Mega-Pro yang Mengartikan UUD dengan Benar

Kompas.com - 16/05/2009, 11:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hanya pasangan Mega-Prabowo yang dapat mengartikan dengan benar maksud dari Undang-Undang Dasar 1945 terkait pembagian peran dan tugas presiden dan wakil presiden. Dalam UUD  1945 Bab Kekuasaan Pemerintahan Negara Pasal 4 ayat 2 disebutkan, presiden terpilih dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh wakil presiden.

"Pasangan lain mengartikan, wakil presiden benar-benar sebagai pembantu presiden yang tidak mempunyai kekuasaan apa pun. Tapi pasangan Mega-Prabowo tidak menerapkan hal tersebut, posisi mereka sejajar," kata Ketua DPP Partai Golkar Anton Lesiangi dalam diskusi yang bertajuk Koalisi Capres-Cawapres, di Jakarta, Sabtu (16/5).

Menurut Anton, lamanya pendeklarasian pasangan tersebut disebabkan Prabowo mengajukan beberapa persyaratan kepada Mega. "Prabowo mengiyakan tawaran Mega dengan beberapa syarat, jadinya ada keseimbangan antara kekuasaan presiden dan wakil presiden," terangnya.

Jika pasangan tersebut benar-benar terpilih, lanjut Anton, Prabowo akan turun tangan dalam kebijakan-kebijakan yang akan diambil oleh Mega.

Anton juga memuji konsep ekonomi kerakyatan milik Prabowo. Menurutnya, konsep ekonomi tersebut akan membawa Indonesia ke masa yang lebih baik. Selanjutnya, ia juga memberikan penilaian terhadap dua pasangan lainnya.

Untuk pasangan SBY-Boediono, ia melihat SBY akan menempatkan Boediono benar-benar diposisikan pembantu bukan sebagai partner. "Dengan 5 kriteria cawapres SBY, maka Boediono benar-benar dijadikan pembantu bukan partner dalam pemerintahan," jelas dia.

Sedangkan untuk pasangan JK-Win, Anton menilainya sebagai pasangan yang terburu-buru untuk mendeklarasikan diri. "Dengan slogan lebih cepat lebih baik mereka mendeklarasikan, padahal hal tersebut belum tentu lebih baik," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau