Ratusan Pendukung Mega-Pro Padati KPU

Kompas.com - 16/05/2009, 14:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tepat pukul 12.50, Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto datang ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mendaftarkan diri sebagai pasangan capres dan cawapres.

Ratusan pendukung mereka yang sejak tadi sudah menunggu kehadiran pasangan calon pemimpin bangsa ini menyeruak mencoba mendekati keduanya. Teriakan "Mega-Pro... Mega-Pro... Hidup Mega-Pro..." pun terus menggema.

Megawati dan Prabowo berjalan kaki dari perempatan Jl Teuku Umar sampai kantor KPU dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Setelah Mega dan Prabowo memasuki kantor KPU, massa pendukung keduanya tetap meneriakkan dukungannya.

Tak lama berselang, massa pendukung Mega-Pro terus berdatangan, mereka berasal dari Pengurus Anak Cabang PDI-P dan Partai Gerindra se-DKI Jakarta, diperkirakan jumahnya mencapai 200 orang yang terdiri dari anak-anak dan orang dewasa.

Mereka juga membawa spanduk yang berisikan dukungan kepada pasangan Mega-Pro. Massa menyanyikan lagu-lagu perjuangan. "Mega pasti menang, pasti menang.... Ayo ciptakan perubahan bersama Megawati-Prabowo," teriak mereka.

Untuk membakar semangat, seorang pendukung Mega-Pro melakukan orasi dan mengajak massa terus meneriakkan yel-yel. Suasana semakin panas karena diramaikan dengan pertunjukan Reog Ponorogo.

Saat Megawati keluar dari kantor KPU menggunakan mobil, massa tetap berusaha mendekati mobil tersebut. Penumpukan massa di depan KPU menyebabkan arus lalu lintas dari Jl Diponegoro menuju Bundaran HI ditutup, sedangkan arus sebaliknya dari Bundaran HI mengalami kemacetan total.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau