Maria Kalah, Indonesia di Ujung Tanduk

Kompas.com - 16/05/2009, 15:06 WIB

GUANGZHOU, KOMPAS.com — Indonesia berada di ujung tanduk. Kegagalan tunggal putri Maria Kristin Yulianti meraih poin membuat Indonesia untuk sementara tertinggal 1-2 dari Korea Selatan pada semifinal Piala Sudirman.

Dalam laga yang berlangsung di Guangzhou Gymnasium, Sabtu (16/5), Maria menyerah dua game langsung 23-21 21-19 dari Hwang Hye Youn.

Dengan demikian, peluang Indonesia maju ke final semakin tipis karena dua nomor yang diperhitungkan untuk mendulang angka tak memenuhi target. Ya, ganda campuran dan tunggal putri ini diharapkan mampu memberikan poin untuk melicinkan langkah tim "Garuda" menuju partai puncak.

Sebelumnya, ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir menyerah 18-21 15-21 dari Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung. Namun, pada partai kedua di nomor tunggal putra, Indonesia bisa samakan skor lewat Sony Dwi Kuncoro yang menang rubber set 14-21 21-15 22-20 atas Park Sung Hwan.

Kini, tim Merah Putih kembali menaruh harapan kepada ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan untuk kembali menyamakan kedudukan. Jika kalah dari pasangan Korea peringkat 6 dunia Jung Jae Sung/Lee Yong Dae, maka tiket final berada di genggaman tim "Negeri Ginseng" itu.

Namun, jika Hendra/Ahsan bisa menang dan membuat skor menjadi 2-2, maka partai ganda putri akan menjadi penentu siapa yang berhak ke final. Di atas kertas, peluang Korea memenangkan partai ganda putri ini sangat besar karena pasangan Lee Kyung Won/Lee Hyo Jung berada selevel di atas Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau