MANCHESTER, KOMPAS.com - Begitu peluit tanda akhir pertandingan antara Manhcester Untied lawan Arsenal, Sabtu (16/50 ditiup wasit, para pemain MU langsung melakukan selebrasi. Sebab, hasil imbang 0-0 sudah cukup membuat mereka juara Premier League untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Tak terkecuali Carlos Tevez ikut gembira. Namun, setelah larut dalam kegembiraan bersama rekan-rekannya, tiba-tiba dia tersentak. Dia langsung memberi sambutan kepada para suporter dengan perasaan emosional. Seolah, dia ingin mengisyaratkan selamat tinggal kepada klub yang dia cintai, setelah dua kali dia persembahkan gelar Premier League.
Ada rasa haru yang menyelimuti dirinya. Dalam hatinya, dia ingin bertahan. Tapi, masa peminjamannya di MU sudah usai akhir musim ini dan kepemilikan Tevez amat rumit. MU tampaknya tak berminat membelinya, karena dianggap terlalu mahal. Sementara suporter menginginkan dia bertahan, bahkan ada yang membentangkan spanduk bertuliskan agar dia tak pergi.
Ditanya wartawan setelah pertandingan itu, Tevez menjawab, "Mungkin aku harus mengatakan selamat tinggal, mungkin. Aku sangat mencintai suporter MU. Terima kasih semuanya. Ini sangat sulit bagiku."
Suporter mendesak manajer Sir Alex Ferguson membelinya. Bahkan, suporter sempat meneriaki Ferguson saat dia menggandeng Tevez keluar dari lapangan.
Tevez dimiliki sebuah grup intvestor. Itu yang menambah rumit, selain dia dibanderol terlalu mahal. Sehingga, MU agak enggan membelinya secara permanen.
Agen Tevez, Kia Joorabchian pekan lalu mengatakan, tak ada kesepakatan dengan MU. Sehingga, sangat mungkin Tevez akan dijual ke klub lain. Itu pula sebabnya, Tevez memberi sambutan khusus kepada suporter, seolah itu ucapan selamat tinggal. Suporter pun tampak terharu dan memberikan sambutan luar biasa.
"Tevez tahu sebenarnya kami sangat menginginkannya. Tapi, kami juga butuh penyegaran di lini depan," kata Ferguson diplomatis.
Sementara Kia menambahkan, "Sekitar 28 Mei atau 1 Juli, kami akan membuat penawaran. Bisa jadi kami tawarkan ke MU atau klub lain. Yang pasti, kami akan membuat keputusan final." (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang