MADRID, KOMPAS.com - Beribu-ribu kata pujian pantas diberikan kepada Rafael Nadal ketika berjuang untuk mendapatkan tiket menuju final Madrid Terbuka, Sabtu (16/5). Bermain penuh semangat dan pantang menyerah, petenis nomor satu dunia ini mampu mengalahkan Novak Djokovic.
Dalam pertarungan berdurasi 4 jam 3 menit itu, Nadal menang rubber set 3-6 7-6(2) 7-6(2). Alhasil, petenis Spanyol yang sedang mengincar gelar keempat di lapangan tanah liat secara beruntun ini menuju partai puncak, dan akan bertemu pemenang duel Roger Federer vs Juan Martin del Potro.
Ya, dalam tiga turnamen terakhir di lapangan tanah liat, Nadal menjadi pemenang. Dan, dalam dua kali final di antaranya dia selalu bertemu Djokovic.
Dia lebih dulu menyegel trofi Monte Carlo Masters usai membekuk Djokovic 6-3 2-6 6-1, setelah itu meraih gelar Barcelona Terbuka (di final kalahkan rekan senegaranya, David Ferrer). Pekan lalu, petenis kebanggaan Spanyol tersebut kembali menaklukkan Djokovic dengan 7-6(2) 6-2 di Italia Terbuka.
Bermain di hadapan pendukungnya yang memadati stadion, Nadal mengawali pertarungan tersebut dengan kurang bagus. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Djokovic untuk melaju karena setelah melakukan break, petenis Serbia itu berhasil menyudahi set pertama dengan 6-3.
Pada set kedua, Nadal mulai bangkit untuk menekan Djokovic. Meskipun demikian, Djokovic juga bisa keluar dari tekanan sehingga mereka tak pernah kehilangan poin saat memegang servis. Duel pun berlanjut dengan tiebreak yang dimenangkan oleh Nadal, sehingga duel dilanjutkan dengan game ketiga.
Di set penentuan ini, Djokovic masih tetap tampil konsisten dan sempat melakukan break di game ke-4 untuk unggul 3-1. Tetapi mantan juara Australia Terbuka itu justru gagal meraih poin di game ke-5, sehingga giliran Nadal yang melakukan break dan kemudian menyamakan skor menjadi 3-3.
Setelah itu, pertarungan berlangsung ketat karena kedua pemain tak pernah kehilangan poin lagi saat memegang servis sampai kedudukan 6-6. Seperti pada game kedua, pemenang pun ditentukan lewat tiebreak.
Nadal kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemain yang mendapat julukan "raja tanah liat". Meskipun mendapatkan bola yang sulit, juara lima tahun terakhir Perancis Terbuka ini bisa mengejar dan mengembalikannya demi mendapatkan poin. Kerja kerasnya membuahkan hasil, karena dia jadi pemenang dalam duel lebih dari 4 jam tersebut yang berakhir pada Minggu dini hari WIB.
Berbicara tentang lamanya waktu bermain, Nadal pernah lebih lama dari catatan ini. Sebelum menuju final dan menjadi juara Australia Terbuka 2009, Nadal harus berjuang selama 5 jam 14 menit di babak semifinal, untuk menyingkirkan rekan senegaranya, Fernando Verdasco.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang