Demi Tiket Final, Nadal Berjuang 4 Jam 3 Menit

Kompas.com - 17/05/2009, 01:55 WIB

MADRID, KOMPAS.com - Beribu-ribu kata pujian pantas diberikan kepada Rafael Nadal ketika berjuang untuk mendapatkan tiket menuju final Madrid Terbuka, Sabtu (16/5). Bermain penuh semangat dan pantang menyerah, petenis nomor satu dunia ini mampu mengalahkan Novak Djokovic.

Dalam pertarungan berdurasi 4 jam 3 menit itu, Nadal menang rubber set 3-6 7-6(2) 7-6(2). Alhasil, petenis Spanyol yang sedang mengincar gelar keempat di lapangan tanah liat secara beruntun ini menuju partai puncak, dan akan bertemu pemenang duel Roger Federer vs Juan Martin del Potro.

Ya, dalam tiga turnamen terakhir di lapangan tanah liat, Nadal menjadi pemenang. Dan, dalam dua kali final di antaranya dia selalu bertemu Djokovic.

Dia lebih dulu menyegel trofi Monte Carlo Masters usai membekuk Djokovic 6-3 2-6 6-1, setelah itu meraih gelar Barcelona Terbuka (di final kalahkan rekan senegaranya, David Ferrer). Pekan lalu, petenis kebanggaan Spanyol tersebut kembali menaklukkan Djokovic dengan 7-6(2) 6-2 di Italia Terbuka.

Bermain di hadapan pendukungnya yang memadati stadion, Nadal mengawali pertarungan tersebut dengan kurang bagus. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Djokovic untuk melaju karena setelah melakukan break, petenis Serbia itu berhasil menyudahi set pertama dengan 6-3.

Pada set kedua, Nadal mulai bangkit untuk menekan Djokovic. Meskipun demikian, Djokovic juga bisa keluar dari tekanan sehingga mereka tak pernah kehilangan poin saat memegang servis. Duel pun berlanjut dengan tiebreak yang dimenangkan oleh Nadal, sehingga duel dilanjutkan dengan game ketiga.

Di set penentuan ini, Djokovic masih tetap tampil konsisten dan sempat melakukan break di game ke-4 untuk unggul 3-1. Tetapi mantan juara Australia Terbuka itu justru gagal meraih poin di game ke-5, sehingga giliran Nadal yang melakukan break dan kemudian menyamakan skor menjadi 3-3.

Setelah itu, pertarungan berlangsung ketat karena kedua pemain tak pernah kehilangan poin lagi saat memegang servis sampai kedudukan 6-6. Seperti pada game kedua, pemenang pun ditentukan lewat tiebreak.

Nadal kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemain yang mendapat julukan "raja tanah liat". Meskipun mendapatkan bola yang sulit, juara lima tahun terakhir Perancis Terbuka ini bisa mengejar dan mengembalikannya demi mendapatkan poin. Kerja kerasnya membuahkan hasil, karena dia jadi pemenang dalam duel lebih dari 4 jam tersebut yang berakhir pada Minggu dini hari WIB.

Berbicara tentang lamanya waktu bermain, Nadal pernah lebih lama dari catatan ini. Sebelum menuju final dan menjadi juara Australia Terbuka 2009, Nadal harus berjuang selama 5 jam 14 menit di babak semifinal, untuk menyingkirkan rekan senegaranya, Fernando Verdasco.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau