Direktur Jenderal Bea dan Cukai Departemen Keuangan Anwar Suprijadi di Jakarta, Minggu (17/5), mengatakan, pita cukai rokok palsu yang dicetak dan diedarkan oleh BS dan jaringannya diperkirakan merugikan negara sekitar Rp 80 miliar per tahun dengan total Rp 560 miliar selama tujuh tahun.
"Jaringan BS ini adalah yang terbesar dan kualitas cetakannya terbaik yang berhasil dibongkar Bea dan Cukai," kata Anwar saat meninjau lokasi percetakan.
Dijelaskannya, pita cukai rokok berbentuk hologram sangat mirip dengan pita cukai rokok asli dan sangat sulit dibedakan dengan yang asli. "Dengan detektor ultra violet pita cukai rokok palsu ini belum terdeteksi dan baru bisa terdeteksi dengan alat khusus yakni hologram reader," katanya.
Anwar menegaskan akan terus membongkar jaringan perederan pita cukai rokok palsu yang dicetak BS. "Setelah beroperasi selama tujuh tahun, tentu jaringannya sudah luas," katanya.
Dengan terbongkarnya percetakan pita cukai rokok palsu ini, kata dia, negara telah dirugikan cukup banyak. Realisasi cukai rokok dan minuman keras pada 2008 sebesar Rp 51 triliun dari target yang ditetapkan pemerintah yakni Rp 47 triliun.
"Kalau tidak ada kebocoran dari percetakan palsu seperti ini, realisasi cukai rokok bisa lebih besar lagi," katanya.
Percetakan pita cukai rokok palsu milik BS digerebek petugas gabungan Bea dan Cukai Wilayah DKI Jakarta dan Jawa Timur di Jalan Andong Raya Kota Bambu Jakarta, Minggu dini hari.
Melibatkan polisi
Dari penggerebekan tersebut, petugas berhasil menangkap pemiliknya yang berinisial BS dan seorang pegawai berinisial H serta seorang lainnya berinisial S yang diduga polisi berhasil melarikan diri. BS dan H serta barang bukti mobil sedan Volvo saat ini diamankan di Kanwil Bea dan Cukai DKI Jakarta.
Di lokasi percetakan yang berada di tengah permukiman masyarakat, petugas berhasil mendapatkan barang bukti berupa pita cukai palsu siap edar sebanyak 515.850 keping, hologram yang telah dicetak sebanyak 50 rol, dan kertas bahan baku pembuat pita berukuran 58 gram sebanyak tujuh rol.
Petugas juga mendapatkan 1 unit mesin cetak Heidelberg, 2 unit mesin potong kertas, 1 mesin potong hologram, 1 unit mesin tempel hologram merek D-Muken, bermacam-macam pelat untuk percetakan, 92 kaleng tinta cetak, serta setumpuk kertas yang telah dipotong sesuai ukuran cetak.
Di halaman percetakan tersebut juga terdapat sebuah mobil sedan Mercedes Benz warna biru dongker bernomor polisi B 1469 QH. (Ant/tig)