CIMAHI, KOMPAS.com — Unjuk rasa yang dilakukan ratusan pekerja di depan PT Jamsostek Kantor Cabang Kota Cimahi dijanjikan bukan menjadi aksi terakhir. Pengunjuk rasa memastikan kalau aksi lanjutan akan dilakukan di tempat lain dan dengan skala yang lebih besar.
Diungkapkan dalam orasi unjuk rasa, hari Selasa (19/5) mendatang, buruh akan mendatangi Gedung Sate untuk meminta Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan membatalkan nota kesepahaman dengan PT Jamsostek untuk mengucurkan dana tanggung jawab perusahaan sebesar Rp 10,6 miliar bagi program penciptaan lapangan pekerjaan.
Pada tanggal 26 Mei 2009 mendatang, massa yang lebih besar akan mendatangi PT Jamsostek Kantor Wilayah Jawa Barat dengan maksud serupa. "Ini hanya sebagai pemanasan, besok akan kita kuras pabrik-pabrik untuk mengerahkan massa ke Kota Bandung untuk mengepung Gedung Sate dengan massa yang diperkirakan berjumlah 50.000," tegas Ketua DPC SPSI Kota Cimahi Edi Suherdi, Senin (18/5).
Wakil Ketua Bidang Hukum dan Pembelaan Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kota Cimahi Robin Sihombing berujar, bantuan tersebut sangat menyakiti perasaan para pekerja. Pasalnya, dana CSR yang mudah dikucurkan itu kontras dengan layanan yang seharusnya diterima oleh pekerja.
Dia menyebut, repotnya menerima bantuan pemutusan hubungan kerja maupun beasiswa bagi pekerja yang diajukan. Alasan yang kerap diterima pekerja adalah dana atau kuota sudah habis. Seolah lupa, dana yang bergulir di dalam PT Jamsostek berasal dari uang pekerja yang dipotong tiap bulannya," ungkap Robin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang