Rahasia Ramping Wanita Eropa

Kompas.com - 18/05/2009, 16:01 WIB

KOMPAS.com — Berbeda negara, berbeda pula pola dietnya. Orang Sunda banyak mengonsumsi sayuran dan air putih sehingga tidak heran selain langsing mereka juga memiliki kulit yang bersih. Begitu pula dengan orang Jepang, yang juga banyak memasukkan sayur ke dalam menu dietnya. Bagaimana dengan wanita Eropa? Apa rahasia mereka sehingga mampu tetap langsing, sehat, dan hidup lebih lama?

1. Probiotik. Jenis makanan yang mengandung bakteri "baik" ini sudah dikonsumsi oleh orang Eropa selama berpuluh tahun lalu. Menurut sebuah artikel di majalah Prevention, penduduk di 35 negara juga mengonsumsi suplemen probiotik bernama Actimel, secara reguler. Meskipun tubuh kita juga sudah dipenuhi oleh bakteri ini, studi menyarankan agar kita lebih banyak mengonsumsinya.

2. Berkeringat. Sauna atau ruang untuk mandi uap sangat populer di Eropa, khususnya di negara-negara Skandinavia. Wanita Swedia terbiasa mengonsumsi kapsul minyak ikan (mengandung omega-3), dan menghabiskan sepanjang hari di sauna. Sebuah studi yang diadakan para peneliti di Jerman mendapati bahwa orang-orang yang bersauna dua kali seminggu lebih jarang terkena flu daripada yang tidak melakukannya. Sebab udara yang panas daripada tidak membiarkan virus influenza bertahan. Orang Eropa juga terbiasa berjalan kaki, sehingga tubuh selalu bergerak dan berkeringat.

3. Minum teh. Teh boleh  menggantikan air sekali-sekali. Kebanyakan teh dari Eropa memang dipenuhi bahan yang bermanfaat untuk kesehatan. Peneliti juga meyakini bahwa teh bisa lebih baik daripada air putih. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di European Journal of Clinical Nutrition, teh tidak hanya mencegah dehidrasi seperti air putih, tetapi juga dipenuhi dengan flavonoids yang membantu melindungi diri dari penyakit jantung dan kanker.

4. Hindari makanan kemasan. Tidak ada yang salah dengan snack favorit Anda yang mengandung 100 kalori atau sejenisnya, namun masalahnya, kita seringkali memilih makanan kemasan ketimbang makanan yang dimasak sendiri. Atau sebaliknya, karena kelewat sibuk kita menggantungkan diri dengan makanan kemasan. Hal ini jarang terjadi di Eropa. Memang ada makanan kemasan yang sehat, namun cobalah untuk mengubah pola makan Anda dengan menyiapkan makanan ringan yang sehat. Misalnya, roti isi keju dan selada.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau