Musim Pancaroba, Waspada Diare!

Kompas.com - 18/05/2009, 16:46 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Penderita diare diprediksi akan terus meningkat selama pergantian musim (musim pancaroba) belum berakhir.
     
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pelayanan Medis RSUD Kota Semarang, dr. M. Abdul Hakam menanggapi meningkatnya penderita diare yang dirawat di rumah sakit tersebut, Senin.

"Saat pergantian musim, parasit dan kuman yang ada di sekeliling akan semakin berkembang, sehingga rawan menimbulkan penyakit," katanya.

Terlebih lagi, kata dia, apabila faktor kebersihan dan tingkat higienisitas tidak dijaga dengan baik, maka kemungkinan terkena diare akan semakin besar.

Ia mengatakan, sebenarnya kelompok usia yang sangat rawan terkena diare adalah balita. "Sebab, daya tahan tubuh mereka lebih rendah dibandingkan dengan orang dewasa," katanya.

"Hal terpenting yang harus diperhatikan adalah faktor kebersihan dan tingkat higienisitas, terutama pada balita karena mereka rawan terkena kontak dengan kuman dan parasit," katanya.

Menurut dia, para balita juga tidak mungkin menyadari adanya kuman yang mengintai di setiap sudut tempatnya bermain atau di sekelilingnya, sehingga para orangtua yang harus selalu menyadari dan menjaga.

"Terutama, pada alat makan dan minum untuk balita, seperti botol susu, sebelum digunakan harus disterilkan terlebih dahulu," katanya.

Biasanya, para orangtua sering lupa dan menggunakannya secara berkali-kali tanpa disterilkan terlebih dahulu. "Hal ini yang menyebabkan para balita sangat rentan terkena diare," katanya.

Selain itu, pola hidup yang sehat juga harus selalu dijaga untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit, khususnya yang saat ini patut diwaspadai, yaitu diare, kata dia.

"Namun, bukan berarti orang dewasa tidak bisa terkena diare, sehingga mereka juga harus tetap mewaspadai dengan menjaga kebersihan dan pola hidup sehat," katanya.

Berkaitan dengan jumlah penderita diare yang akan semakin bertambah, ia mengatakan, selama cuaca masih tidak menentu seperti saat ini, kemungkinan penderita diare masih akan bertambah.

Staf Pelayanan Medik RSUD Kota Semarang, Titin Marwanti mengatakan, penderita diare sejak bulan Februari-April terus mengalami peningkatan.

"Jumlah penderita diare pada bulan Februari sebanyak 70 orang, Maret naik menjadi 96 orang, dan semakin meningkat menjadi 158 orang pada bulan April," katanya.

Sementara, kata dia, jumlah pasien pada bulan ini per tanggal 17 Mei 2009 tercatat sebanyak 66 orang. "Sebagian besar pasien penderita diare adalah balita, sekitar 60-70 persen," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau