Mas, Lagi Enggak Mood Nih....

Kompas.com - 18/05/2009, 20:02 WIB

KOMPAS.com - Seks, seharusnya dapat menjadi pelepas stres. Namun bagaimana bila yang terjadi adalah sebaliknya: Anda terlalu stres atau mengalami kelelahan sehingga tidak bersemangat melakukan hubungan seks. Padahal, seperti kita ketahui, bila perasaan tidak mood atau kelelahan ini dibiarkan berlarut-larut, lama-kelamaan Anda akan terbiasa tidak melakukan hubungan seks. Tanpa hubungan seks, relasi dengan pasangan tentu menjadi hambar (meskipun seks bukan satu-satunya hal yang membuat hubungan menjadi awet).

Bila hal ini kerap Anda alami, artikel Associations Among Everyday Stress, Critical Life Events, and Sexual Problems yang dimuat dalam The Journal of Nervous and Mental Disease memberikan beberapa trik untuk meningkatkan kembali mood Anda.

Ambil waktu untuk bersantai bersama suami. Sering dikatakan bahwa tertawa memperpendek jarak antara dua orang. Tertawa juga menjadi pelepas stres yang hebat, dan mengirimkan banyak keuntungan ke jiwa dan raga. Tonton film komedi bersama suami di dalam kamar, atau berbagi lah cerita mengenai ulah anak-anak atau acara outing dengan teman-teman di kantor.

Ungkapkan apa yang membuat Anda stres. Berbagai masalah dalam hidup sehari-hari yang belum terselesaikan adalah salah satu penyebab turunnya libido Anda. Mungkin Anda masih kesal dengan atasan yang terlalu menekan Anda, atau meeting yang menyita pikiran Anda seharian. Bicarakan hal ini dengan pasangan, namun cukup 10 menit -tidak lebih. "Meninggalkan urusan pekerjaan mungkin sulit, tapi membatasinya begitu tiba di rumah adalah penting," ujar Joel Block, psikolog dan penulis Sex Comes First.

Atur mood Anda. Caranya? Dengan musik, aromaterapi, atau mengatur suasana yang menenangkan, untuk menimbulkan perasaan rileks. Dengarkan lagu-lagu kesukaan Anda sepanjang perjalanan dari kantor, demikian saran Mary Buxton, terapis seks dari San Francisco Bay. Download podcast dari iTunes, lalu browse ke bagian Sexuality (di bawah Health).

Tonton film romantis bersama suami. Ajak pasangan menonton film seperti Vicki Cristina Barcelona, One Fine Day, atau film Korea kesukaan Anda. Bila tujuannya untuk mengembalikan semangat Anda, tentu suami tak akan keberatan menemani Anda menontonnya. Bila perasaan Anda sudah mengharu-biru akibat adegan dalam film, mudah bagi Anda untuk merasakan emosi yang sama dengan suami.

Ambil cuti dan buka kamar di hotel. Tak usah jauh-jauh ke Bali atau tempat wisata lain. Cukup membuka kamar di hotel yang Anda kenal untuk semalam. Anda bisa mengisi waktu dengan berenang, fitnes, atau menikmati makan malam santai bersama pasangan. Usai itu, tidur-tiduran sambil ngobrol, sampai Anda siap untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

Saling memijat. Anda mungkin bisa memulai tahap menjelang hubungan seksual dengan saling memijat, yang memang berfungsi untuk melancarkan peredaran darah dan membuat Anda rileks. Tunjukkan bagian tubuh mana yang masih terasa kaku, misalnya pundak, dan biarkan jemari suami melepaskan stres dari diri Anda.

Tinggalkan BlackBerry Anda. Bila Anda memang berniat untuk rileks, singkirkan dulu segala peralatan komunikasi dari pandangan Anda. Jangan biarkan ringtone yang sudah di-set khusus untuk panggilan dari si bos terdengar di tengah-tengah suasana romantis yang mulai terbangun. Berpisah semalam dengan ponsel tak ada ruginya, kok!

Perhatikan juga:
*Mungkin akan butuh sedikit waktu untuk merasakan kembali kegairahan Anda. Anda hanya perlu bersabar dan membiarkan hal itu muncul secara natural.
*Ingatlah bahwa koneksi fisik dan hati penting dalam membangun hubungan seksual yang lebih kuat. Seks dalam konteks hubungan yang kurang harmonis tidak akan membuat Anda merasa lebih baik, justru menciptakan lebih banyak stres.
*Jika Anda sudah mencoba berbagai trik di atas dan masih belum dapat meningkatkan libido, Anda mungkin sedang mengalami masalah kesehatan yang belum terdiagnosa, atau mungkin masalah hubungan yang mengganjal. Segera cari bantuan ke dokter atau psikiater untuk mendapatkan jalan keluarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau