Logistik Korban Situ Gintung Cukup Sebulan

Kompas.com - 18/05/2009, 20:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bantuan logistik untuk korban bencana Situ Gintung, Ciputat, yang masih berada di penampungan Wisma Kertamukti I hanya mencukupi hingga untuk satu bulan ke depan. "Bantuan logistik untuk satu bulan ke depan masih cukup, bulan berikutnya belum pasti," kata Kasubag Kesejahteraan Pemkot Tangerang Selatan, Lamro Siregar, di Tangerang, Senin (18/5).

Ia mengatakan, bantuan yang diberikan para donatur kepada para korban saat ini ada yang berupa uang, beras atau mi instan, dan bantuan keperluan lainnya. Jumlah bantuan uang sejak bencana terjadi hingga Senin (18/5) yang masuk ke Posko Bencana Situ Gintung Kertamukti I sekitar Rp 5,4 miliar.

Bantuan tersebut belum termasuk logistik, seperti beras, mi, dan keperluan lainnya, hingga saat ini masih ada donatur dari berbagai lembaga yang datang untuk membantu dan melihat kondisi korban di penampungan.

Sedangkan aktivitas korban yang berada di penampungan Kertamukti I saat ini tetap berjalan normal, baik anak-anak yang bersekolah maupun mereka yang bekerja.

Jumlah korban yang berada di penampungan Kertamukti I sebanyak 23 KK, di penampungan Kertamukti II sebanyak 44 KK, korban yang mengontrak di luar sebanyak 124 KK, dan yang ditampung oleh lembaga dompet duafa sebanyak 17 KK.

Korban yang berada di penampungan Kertamukti I dan II ditempatkan di barak berukuran sekitar 5 x 4 untuk masing-masing KK, sedangkan korban yang mengontrak di luar penampungan diberi biaya masing-masing Rp 500.000 setiap bulan untuk waktu selama satu tahun. "Mereka yang mengontrak mendapat Rp 6 juta per KK untuk satu tahun hingga masa rehabilitasi," katanya.

Menurut Lamro, jumlah korban meninggal akibat bencana Situ Gintung berdasarkan data yang akurat dari Departemen Sosial sebanyak 87 orang, sedangkan korban selamat berdasarkan hasil verifikasi baik yang berada di penampungan ataupun yang mengontrak sebanyak 639 jiwa. "Kerugian materi hingga saat ini belum jelas, karena masih dihitung," katanya.

Salah seorang korban selamat, Nia Kurniasari (25), yang berada penampungan Kertamukti I, mengatakan, ia terpaksa masih tinggal di penampungan bersama dua saudaranya karena belum mendapatkan lokasi tempat tinggal untuk menetap setelah rumah kontrakannya hancur saat peristiwa tersebut 27 Maret lalu. "Saya dengar masih tiga bulan lagi tinggal di sini, selanjutnya harus pindah," kata Nia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau