Polisi Gerebek Pembuat Kosmetik Ilegal

Kompas.com - 18/05/2009, 20:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menggerebek rumah yang dijadikan tempat memproduksi kosmetika yang tidak memenuhi standar kesehatan, Senin (18/5).

Kabid Humas Polda Metro Jaya AKBP Chrysnanda Dwilaksana mengatakan, dalam penggerebekan di Jalan Pengukiran IV RT 04 RW 02 No 80 Tambora, Jakarta Barat, petugas menyita sejumlah bahan pembuat kosmetik ilegal serta menangkap SS, pemilik rumah.

Di rumah tersangka, kata Chrysnanda, petugas menyita barang bukti 450 botol krim Lien Hua, 96 kotak DP pemutih, 120 botol krim Natural 99, 3 botol alkohol, 12 bahan pewarna, dan sejumlah alat produksi.

"Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat dan kemudian ditindaklanjuti. Pada saat penggerebekan didapati beberapa karyawan sedang memproduksi," katanya.

Chrysnanda mengatakan, dari hasil pemeriksaan, SS tidak memiliki izin produksi dan izin edar, dan tidak mempunyai tenaga ahli farmasi serta ruang produksi yang tidak memenuhi standar. "Mereka menjual hasil produksinya ke Surabaya, Kalimantan, dan Jakarta," ucapnya. (C8-09)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau