NEW YORK, KOMPAS.com — Harga minyak mentah di New York naik hingga menembus 59 dollar AS, Senin (18/5) waktu setempat, didorong harapan sebuah pemulihan ekonomi di Amerika Serikat dan eskalasi kerusuhan di eksportir energi terkemuka Nigeria.
Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Juni melompat 2,69 dollar AS dari harga penutupan Jumat, menjadi berakhir di sebuah level tertinggi enam bulan sebesar 59,03 dollar AS per barrel.
Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli bertambah 2,47 dollar AS menjadi 58,47 dollar AS per barrel di London. "Meskipun demikian, kami memiliki kekhawatiran tentang konsumen, di sana masih ada sebuah tingkat optimisme baik setelah baru-baru ini (Wall Street) rally (kenaikan panjang) bahwa ekonomi menghadapi kondisi lebih baik karena stimulus fiskal bekerja yang lebih lanjut akan mendorong upah dan ekonomi lokal," kata Patrick O’Hare dari Briefing.com.
Kenaikan harga minyak tandem dengan menguatnya saham AS yang dipicu oleh harapan untuk pemulihan ekonomi yang terpukul resesi.
Para analis mengatakan, salah satu pemicu kenaikan harga minyak pada Senin, juga eskalasi kerusuhan di Nigeria, karena kelompok bersenjata mengatakan pihaknya akan memblokade jalur utama pengapalan dalam upaya menimbulkan kerusakan lebih lanjut dalam industri energi.
Akan tetapi militer memperingatkan perusahaan-perusahaan minyak untuk mengabaikan ancaman tersebut. Dalam tiga setengah tahun terakhir, Gerakan untuk Kemerdekaan Delta Niger (MEND) telah berada di balik serangkaian penculikan para staf dan serangan terhadap instalasi minyak.
Kerusuhan di kawasan itu telah mengurangi produksi minyak harian Nigeria menjadi 1,76 juta barrel dibandingkan dengan 2,6 juta barrel pada Januari 2006.
"Potensi gangguan produksi minyak Nigeria 1,8 juta barrel per hari kemungkinan mendukung latar belakang kondisi harga minyak mentah" bergerak naik, kata analis Brenda Sullivan dari sebuah perusahaan pialang Sucden Financial Research di London.
Seorang juru bicara grup minyak Inggris-Belanda, Shell, mengatakan, perusahaan akan terus melindungi para pekerjanya di negara Afika tersebut. "Kami akan terus memantau situasi keamanan dan telah mengambil tindakan untuk menjamin keamanan staf kami dan pekerja kontraktor untuk kami," kata Precious Okolobo kepada AFP.
Sementara, seorang kolonel Angkatan Darat Nigeria, Kolonel Rabe Abubakar, kepada AFP mengatakan bahwa angkatan perang pemerintah telah menyelamatkan empat orang berkebangsaan Ukraina yng diculik pekan lalu di wilayah rawan. Tidak ada kelompok yang mengklaim tindakan tersebut.
Sebuah rally pekan lalu yang mengirimkan harga di atas 60 dollar AS terpangkas sesaat oleh indikasi bahwa resesi global masih jauh dari usai.
Ekonomi 16 negara zona euro mengalami rekor kontraksi 2,5 persen dalam tiga bulan pertama, setelah merosot 1,6 persen dalam kuartal terakhir 2008, badan Eurostat mengatakan pekan lalu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang