JAKARTA, KOMPAS.com — PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mulai ragu-ragu mengakuisisi saham Iran Telecom. Manajemen Telkom pun menimbang ulang rencana aksi korporasi di salah satu negara kawasan Timur Tengah tersebut.
Keraguan Telkom itu justru muncul menjelang tender penjualan saham Iran Telecom. Tender tersebut bakal berlangsung Juli 2009. "Kalau sampai Juli nanti kami tak kunjung siap, bisa jadi batal," ungkap Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno, akhir pekan lalu.
Sudiro pun masih belum bisa memastikan kelanjutan rencana akuisisi terhadap perusahaan telekomunikasi Iran itu. "Akuisisi itu membutuhkan dana investasi yang sangat besar sehingga kami juga harus sangat hati-hati," ujarnya akhir pekan lalu.
Vice President Public dan Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia menambahkan, penghambat rencana akuisisi tersebut adalah soal pendanaan. Maklum, krisis keuangan membuat sumber dana kering sehingga Telkom perlu mengkaji kembali aksi korporasi itu.
Sejauh ini, Telkom belum memutuskan membatalkan akuisisi itu. Telkom masih melakukan pembicaraan dengan Iran Telecom. "Sampai saat ini belum ada perkembangan. Apalagi proses akuisisi juga tidak sederhana," imbuh Eddy.
Sekadar berkilas balik, Telkom tertarik mengakuisisi Iran Telecom lantaran prospek berinvestasi di Iran sangat bagus. Iran memiliki sekitar 75 juta penduduk dengan pendapatan sekitar 10.000 dollar AS per tahun. Nah, dari jumlah itu, baru 30 juta-35 juta warga Iran yang menggunakan telepon seluler. Kini, Iran Telecom menguasai 70 persen pasar telepon seluler di Iran.
Awal tahun ini, kinerja keuangan Telkom agak meredup. Di kuartal I-2009, laba bersih TLKM hanya Rp 2,46 triliun, turun 23,37 persen dari tahun lalu. Selain karena penurunan pendapatan, kenaikan beban bunga utang ikut menggerus laba TLKM. Pada kuartal I-2009, beban bunga utang TLKM mencapai Rp 517,38 miliar, naik 96,6 persen ketimbang bunga utang di kuartal I-2008. (Nadia Citra Surya/Kontan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang