Telkom Kaji Ulang Akuisisi Iran Telecom

Kompas.com - 19/05/2009, 10:37 WIB

 JAKARTA, KOMPAS.com — PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mulai ragu-ragu mengakuisisi saham Iran Telecom. Manajemen Telkom pun menimbang ulang rencana aksi korporasi di salah satu negara kawasan Timur Tengah tersebut.

Keraguan Telkom itu justru muncul menjelang tender penjualan saham Iran Telecom. Tender tersebut bakal berlangsung Juli 2009. "Kalau sampai Juli nanti kami tak kunjung siap, bisa jadi batal," ungkap Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno, akhir pekan lalu.

Sudiro pun masih belum bisa memastikan kelanjutan rencana akuisisi terhadap perusahaan telekomunikasi Iran itu. "Akuisisi itu membutuhkan dana investasi yang sangat besar sehingga kami juga harus sangat hati-hati," ujarnya akhir pekan lalu.

Vice President Public dan Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia menambahkan, penghambat rencana akuisisi tersebut adalah soal pendanaan. Maklum, krisis keuangan membuat sumber dana kering sehingga Telkom perlu mengkaji kembali aksi korporasi itu.

Sejauh ini, Telkom belum memutuskan membatalkan akuisisi itu. Telkom masih melakukan pembicaraan dengan Iran Telecom. "Sampai saat ini belum ada perkembangan. Apalagi proses akuisisi juga tidak sederhana," imbuh Eddy.

Sekadar berkilas balik, Telkom tertarik mengakuisisi Iran Telecom lantaran prospek berinvestasi di Iran sangat bagus. Iran memiliki sekitar 75 juta penduduk dengan pendapatan sekitar 10.000 dollar AS per tahun. Nah, dari jumlah itu, baru 30 juta-35 juta warga Iran yang menggunakan telepon seluler. Kini, Iran Telecom menguasai 70 persen pasar telepon seluler di Iran.

Awal tahun ini, kinerja keuangan Telkom agak meredup. Di kuartal I-2009, laba bersih TLKM hanya Rp 2,46 triliun, turun 23,37 persen dari tahun lalu. Selain karena penurunan pendapatan, kenaikan beban bunga utang ikut menggerus laba TLKM. Pada kuartal I-2009, beban bunga utang TLKM mencapai Rp 517,38 miliar, naik 96,6 persen ketimbang bunga utang di kuartal I-2008. (Nadia Citra Surya/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau