Audit Kekayaan Tidak Bisa Menggugurkan Pencalonan Presiden

Kompas.com - 19/05/2009, 11:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan bahwa hasil audit laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKP) capres dan cawapres tidak dapat menggugurkan langkah ketiga pasang calon untuk maju dalam pilpres mendatang.

"Tidak, asal sudah lapor saja hasil kekayaannya. Asal sudah mengisi formulirnya sudah selesai. Kalau tidak menyerahkan ya tidak lolos. Tetapi, tidak ada yang menggugurkan dari audit hasil kekayaan," kata Anggota KPU, Syamsulbahri, di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (19/5).

Ia mengatakan, KPU tidak memiliki wewenang untuk memeriksa latar belakang harta kekayaan tersebut.

"Tentang dari mana mereka dapat harta kekayaannya itu, bukan wewenang KPU untuk menelusuri harta. Itu wewenang KPK. Yang penting mereka (capres dan cawapres) sudah mengisi. Kalau kita hanya persyaratan formalnya saja. Bahwa hartanya itu dari mana, itu bukan ranah KPU," ujarnya.

Berdasarkan Pasal 103 UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum dan Wakil Presiden, disebutkan,

(1) Pasangan Calon dilarang menerima sumbangan pihak lain yang berasal:

a. Pihak asing;

b. Penyumbang yang tidak benar atau tidak jelas identitasnya;

c. Hasil tindak pidana dan bertujuan menyembunyikan atau menyamarkan hasil tindak pidana;

d. Pemerintah, pemerintah daerah, badan usaha milik negara, dan badan usaha milik daerah; atau

e. Pemerintah desa atau sebutan lain dan badan usaha milik desa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau