Klarifikasi Harta Megawati Tercepat

Kompas.com - 19/05/2009, 13:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Klarifikasi Laporan Harta dan Kekayaan Penyelenggara Negara calon presiden Megawati Soekarnoputri, Selasa (19/5) pagi di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, merupakan yang tercepat dibandingkan kedua capres lainnya. Tim klarifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi tiba di kediamannya pukul 09.30 dan berakhir pukul 11.00.

Sementara itu, di kediaman capres M Jusuf Kalla di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, tim KPK yang terdiri dari lima orang masih melakukan klarifikasi terhadap laporan harta JK, yang juga wakil presiden RI saat ini. Tim tiba pukul 08.50, dan hingga kini belum ada tanda-tanda akan berakhir.

Hal serupa terjadi di kediaman calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Tim klarifikasi tiba pukul 09.45 pagi, dan hingga kini belum selesai.

Seperti dilaporkan, jumlah kekayaan Mega tercatat 9 Desember 2004 sebesar Rp 86,265 miliar. Sementara itu, JK tercatat memiliki harta Rp 253,912 miliar dan 14.928 dollar AS per tanggal 31 Mei 2007 dan SBY memiliki harta Rp 7,144 miliar serta 44.887 dollar AS per tanggal 2 Juli 2007.

Tugas tim klarifikasi tersebut, antara lain, memastikan penambahan, pengurangan, atau penghapusan harta benda yang dimiliki oleh ketiga capres tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau