Pabrik Ekstasi Digerebek, Lima Tersangka Dibekuk

Kompas.com - 19/05/2009, 14:01 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com - Setelah sekian lama mencium dan melacak jejak produksi narkotika dan obat berbahaya, jajaran Kepolisian Kota Besar Palembang, Sumatera Selatan, akhirnya berhasil membongkar jaringan produksi ekstasi. Sebanyak lima tersangka dibekuk polisi dari sebuah rumah yang diduga kuat sebagai pabrik ekstasi, Selasa (19/5), sekitar pukul 03.00 dini hari.

Selain menangkap lima tersangka, di dalam pabrik yang berlokasi di RT 40 RW 11 Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-alang Lebar ini, polisi juga menyita 300 butir ekstasi siap edar, 20 paket bahan kimia untuk membuat ekstasi, dan dua unit alat peracik ekstasi dari besi .

Kapoltabes Palembang Komisaris Besar Lucky Hermawan langsung terjun ke lokasi seusai penggerebekan berlangsung. Menurut Kapoltabes, identitas kelima tersangka adalah Sulaiman (41) warga Rantau Bayur Banyuasin, Joni (45) warga Rantau Bayur Banyuasin, Heri (55) warga Bukit Besar Palembang, Ade Prasetyo (39) warga Pulo Gadung Palembang, dan Sahudin (41) warga Talang Kelapa Banyuasin.  

Mereka memproduksi pil ekstasi sebanyak 70 butir per hari. Dalam sebulan ini, mereka sudah memproduksi lebih 3.000 butir. "Kegiatan produksi baru berlangsung satu bulan dan kami berhasil mengungkapnya," kata Lucky kepada wartawan.

Penangkapan berawal dari keberhasilan polisi menangkap salah satu kurir ekstasi pada Senin (18/5) malam. Setelah dikembangkan, diketahui keberadaan pabrik ekstasi tersebut . Di Palembang, kasus pabrik narkoba jenis ekstasi ini baru yang pertama kali ditemukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau