JK-Win Kunjungi Ponpes Krapyak

Kompas.com - 19/05/2009, 14:05 WIB

BANTUL, KOMPAS.com — Pasangan capres dan cawapres Jusuf Kalla dan Wiranto, Selasa (19/5), mendatangi Pondok Pesantren Al Munawi, Krapyak. Mereka ditemui pimpinan ponpes, KH Zaenal Abidin Munawir. Kalla dan rombongan datang pukul 10.15, sedangkan Wiranto lima menit kemudian.

Gubernur DIY Sultan HB X juga datang, dan masuk dalam ruangan. Sekitar 30 menit, acara tersebut berlangsung.

Ikhsanudin, Sekretaris Dalam Ponpes Al Munawir, yang ditunjuk sebagai jubir ponpes, mengatakan, kedatangan JK Win hanya silaturahim. "Tadi, di dalam, ada ruangan khusus. Pak Zaenal, Bu Ida (Ida Fatimah, istri Zaenal), Pak Warson (KH Warson Munawir, pengasuh ponpes), serta Pak JK dan Pak Wiranto bercakap-cakap di sana," ujarnya.

Ikhsanudin tak merinci pokok pembicaraan itu. Ia hanya mengatakan garis besarnya. Zaenal menyampaikan bahwa menjadi pemimpin bangsa adalah menjaga amanah.

Gandung Pardiman, Ketua DPP Golkar DIY, mengatakan, kedatangan JK Win untuk silaturahim. "Tapi kalau naik jadi dukungan, ya alhamdulilah," kata Gandung.

Seusai berbincang, Zaenal memberikan dua kamus, yakni kamus Arab-Indonesia dan Indonesia-Arab kepada JK Win. Juga ada tiga lembar kertas (dalam stopmap). "Kamus ini masterpiece ponpes, biasanya juga menjadi cenderamata, sedangkan lembar kertas tadi berisi pesan dan wejangan Pak Zaenal," ucap Ikhsanudin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau