Tiga Tahun, Sinarmas Salurkan 26 Juta Liter Migor

Kompas.com - 19/05/2009, 20:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Grup Sinarmas selama tiga tahun terakhir ini sudah menyalurkan 26 juta liter minyak goreng (migor) kepada masyarakat yang membutuhkan di seluruh Indonesia. Tahun 2009 ini, sampai pertengahan Mei sudah 276.000 liter minyak goreng yang didistribusikan.

Managing Director Grup Sinarmas Gandi Sulistiyanto, Selasa (19/5), mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial (corporate social responsibility/CSR) Grup Sinarmas kepada masyarakat. Kegiatan sosial ini melibatkan berbagai unit di perusahaan itu. "Kami ingin membantu masyarakat mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau," kata Sulistiyanto.

Hari Selasa, bazar minyak goreng murah digelar di kantor Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat di Jalan KH Zainul Arifin, yang dihadiri Pangdam Jaya Mayjen TNI Darpito Pudyastungkoro, Wali Kota Jakarta Pusat Silviana Murni, dan Kepala BKKBN Sugiri Syarif. Warga membeli minyak goreng kemasan seharga Rp 7.000 per liter. Kegiatan ini didukung Smart Telecom, yang juga bagian dari Grup Sinarmas.

Kegiatan sosial serupa digelar di Munjul, Cipayung, Jakarta Timur. Sebanyak 5.000 liter minyak goreng didistribusikan di sini. Sementara di Kodim 0501/JP-BS Jakarta Pusat, Asuransi Sinarmas menyalurkan 1.000 liter minyak goreng.

Gandi Sulistiyanto mengatakan, harmoni antara kegiatan usaha yang melibatkan para pemegang saham, karyawan, konsumen, pemerintah, lingkungan dan masyarakat, akan memelihara keberlanjutan usaha. Semua unit usaha yang tersebar di banyak kota dilibatkan.

Grup Sinarmas sudah sembilan kali bermitra dengan TNI di Depok, Ciracas, Bandung, Bekasi, dan Bogor. Sebanyak 58.000 liter minyak disalurkan di lingkungan TNI ini. "Pendistribusian minyak goreng harus berada di lokasi yang tepat dan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. Sinarmas berharap stabilisasi harga akan terjaga melalui kegiatan ini," ungkap Sulistiyanto.

Sinarmas menyinergikan aktivitas CSR perusahaan dengan program stabilisasi harga minyak goreng yang diinisiasi pemerintah sejak tahun 2005 lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau