Lin Dan Langsung Fokus ke Olimpiade London 2010

Kompas.com - 19/05/2009, 21:39 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Usai membawa China mempertahankan gelar juara turnamen bulu tangkis beregu campuran Piala Sudirman, Lin Dan langsung fokus ke persiapan Olimpiade London 2012. Meskipun pesta olahraga dunia itu masih jauh, tetapi pemain tunggal putra China tersebut ingin kembali ke performa terbaiknya, sehingga bisa mempertahankan medali emas yang diraihnya pada Olimpiade Beijing 2008.

Hal itu dikatakan Lin Dan dalam wawancara dengan media lokal, Senin (18/5) waktu setempat. Pemain Terbaik Dunia 2008 versi WBF (Federasi Bulu tangkis Dunia) itu mengatakan, selama tiga tahun ke depan dia yakin bisa kembali ke bentuk permainan terbaiknya seperti sebeulm tahun 2008.

"Saya berharap bisa kembali menjadi Lin Dan sebelum 2008, dan berlatih sendiri seperti dulu. Tujuanku sekarang adalah mempersiapkan diri semaksimal mungkin menghadapi Olimpiade London 2010. Saya harap bisa mewujudkannya," ungkap pemain berusia 25 tahun tersebut kepada sina.com.

Dalam daftar ranking BWF, saat ini Lin Dan berada di urutan dua, di bawah tunggal putra Malaysia Lee Chong Wei. Meskipun demikian, permainan Lin Dan masih lebih bagus dari musuh bebuyutannya tersebut, karena di final Olimpiade Lin Dan yang menang.

Bahkan dalam pertemuan terakhir di semifinal Piala Sudirman, Lin Dan membuat Chong Wei tak berdaya karena harus menyerah 0-2, yang membuat langkah China ke final sangat mulus. Akhirnya, China kembali menggenggam trofi turnamen itu usai mengalahkan Korea Selatan dengan skor 3-0.

Ini merupakan kali ketiga secara berturut-turut China menjuarai Piala Sudirman. Dan secara keseluruhan, "negeri tirai bambu" itu sudah tujuh kali membawa pulang trofi bergengsi tersebut. Di samping itu, keberhasilan menjadi juara Piala Sudirman akhir pekan lalu membuat China mencatat kesuksesan 63 kali menyabet gelar juara dunia.

Meskipun demikian, pelatih kepala China Li Yongbo tak mau terlalu jumawa sehingga dia mengatakan, China masih jauh dari "tidak terkalahkan". Akan tetapi dia tetap yakin, dominasi timnya di cabang olahraga tepok bulu ini akan terus berlanjut dalam kurun waktu yang cukup lama.

"Impian terbesarku adalah anakku bisa menjadi pembawa gelar ke-100 dunia bagi China," ungkap Li, yang memiliki anak berusia 17 tahun, Li Gen, yang telah masuk tim nasional junior untuk nomor ganda putra.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau