JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Tabungan Negara (BTN) memastikan bahwa target kredit kepemilikan rumah sederhana termasuk subsidi sebesar Rp 5 triliun pada tahun 2009 akan terlampaui.
"Kredit rumah murah dalam kondisi ekonomi yang tengah menuju pemulihan seperti saat ini tidak akan terpengaruh," kata Direktur Utama Bank BTN Iqbal Latanro di Jakarta, Selasa (19/5), dalam penyelenggaraan kongres perumahan.
Menurutnya, KPR dalam kelompok harga subsidi dalam kuartal I tahun 2009 sudah mencapai Rp 1,8 triliun, biasanya dalam kuartal ke-3 dan 4 permintaan kredit mulai mengalami kenaikan sehingga target Rp 5 triliun akan terlampaui. Iqbal mengatakan, dengan kebijakan pemerintah menaikkan penghasilan pekerja maka subsidi yang ditujukan kepada masyarakat dengan penghasilan di bawah Rp 4,5 juta untuk membeli rusunami merupakan suatu hal wajar.
Dia mengatakan, persoalan yang dihadapi kalangan perbankan saat ini masih kepada tingginya tingkat bunga tabungan dan deposito sehingga memengaruhi kebijakan dalam menyalurkan kredit. "Kami justru tidak suka dengan tingginya tingkat bunga perbankan karena akan berpengaruh kepada penyaluran kredit dan serta tingginya kredit macet (non performing loan)," ujarnya.
Iqbal mengatakan, biaya dana (cost of fund) yang ada di perbankan naik sehingga membuat tingkat bunga kredit sulit turun, salah satu upaya mengatasinya dengan mencari sumber dana murah. "Kami saat ini tengah mempersiapkan untuk menerbitkan sekuritisasi aset tahap kedua dalam upaya mencari sumber dana yang murah," kata Iqbal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang