Bonek Mengancam Final Liga Champions

Kompas.com - 20/05/2009, 06:50 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Final Liga Champions tinggal sepekan lagi. Sejumlah peringatan dikeluarkan tentang adanya peluang membeludaknya suporter termasuk suporter tanpa tiket yang bisa menimbulkan kerusuhan.

Kantor Urusan Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris semalam mengirimkan peringatan secara detail tentang potensi membeludaknya suporter tanpa tiket di Roma. Jumlah bonek ini diperkirakan mencapai 10.000 orang dan berpotensi menimbulkan kerusuhan dengan suporter tanpa induk keanggotaan klub.

Sejauh ini, pihak penyelenggara hanya menyediakan 19.500 tiket masing-maing untuk MU dan Barcelona dengan harga tiket 65 hingga 183 poundsterling. Namun, diperkirakan ada 30.000 pendukung "Setan Merah" yang akan berbondong-bondong menuju ibu kota Italia tersebut pada 27 Mei.

Jumlah itu belum termasuk suporter dengan tiket dari pasar gelap, yang banyak ditawarkan di internet. Situs-situs ini menawarkan tiket dengan harga mencapai 1.600 poundsterling kepada suporter MU dengan lokasi tempat duduk tak terbatas, termasuk kursi di area pendukung "El Barca".

Sejumlah situs penggemar MU juga menegaskan akan nekat datang dan rela menonton lewat layar raksasa di luar stadion. Namun, layar ini kemungkinan tidak akan dipasang dan ini akan memicu para suporter untuk melakukan kegiatan lain termasuk aksi kekerasan.

Pihak Kepolisian Manchester Raya yang berkoordinasi dengan pemerintah Roma juga akan mengirimkan mata-mata untuk mengidentifikasi suporter pencari masalah. Aparat kepolisian Inggris kemungkinan juga akan terjun ke area membantu pihak berwenang Italia.

Di kubu sebaliknya, pendukung Barcelona kemungkinan besar juga akan memadati Roma. Meski suporter Barca jarang terlibat dalam aksi kerusuhan yang menimbulkan korban, Minggu lalu, polisi harus meredam aksi mereka saat melakukan pesta juara La Liga. Aparat terpaksa menembakkan peluru karet dalam kejadian yang melukai 50 orang tersebut. Polisi akhirnya juga menahan 65 orang tersangka.

Panitia juga mengingatkan adanya aksi sekelompok pencopet dan perampok di stasiun kereta dan terminal bus di Roma. Aksi jambret juga mengancam pengendara mobil di jalan raya. Namun, yang paling dicemaskan adalah bentrok lawan Ultras.

Wali Kota Roma Gianni Alemanno menjamin keamanan selama final yang berlangsung kali ini. "Hari penyelenggaraan final Liga Champions akan berlangsung dengan sangat mulus. Kami bekerja bersama polisi memelajari cara terbaik untuk meminimalkan gangguan seraya memperketat keamanan,” kata Alemanno seperti dikutip The Times.

Kepolisian Roma akan bersiaga penuh di tempat-tempat rawan rusuh, antara lain di Piazzale Flaminio yang sering menjadi tempat pertemuan fans, dan Ponte Duca d’Aosta, jembatan yang sering dilalui Ultras menuju Stadion Olimpico.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau