Hercules Jatuh karena Tiada Suku Cadang?

Kompas.com - 20/05/2009, 09:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyebab jatuhnya pesawat Hercules TNI AU dengan nomor ekor Alpha 1325 masih belum diketahui. Pada saat peristiwa terjadi, diberitakan bahwa cuaca dalam keadaan normal dan tidak ada gangguan yang memungkinkan terjadinya kecelakaan.

Namun, salah satu hal yang dicurigai menjadi biang keladi kecelakaan adalah ketiadaan suku cadang untuk pesawat-pesawat yang dimiliki TNI AU. Menurut pengamat penerbangan Dudi Sudibjo, pesawat Hercules yang dimiliki TNI AU memang kekurangan suku cadang.

"Pesawat itu sudah ada sejak tahun 1980-an. Tapi usia 20 tahun bukan berarti tua. Jadi bukan usia. Saya lebih melihat masalah perawatan yang terkait dengan suku cadang. Kita ada keterbatasan suku cadang, padahal kalau diperintahkan terbang harus siap," ujar Dudi saat dihubungi Kompas.com.

Menurutnya, setelah embargo suku cadang untuk pesawat militer dicabut, TNI AU masih menghadapi masalah keterbatasan dana. "TNI itu setengah mati kalau mau bisa menerbangkan seluruh pesawat yang dimiliki. Suku cadangnya terbatas. Jadi, susah sekali menerbangkan semua Hercules kita," lanjutnya.

Mengenai adanya 98 penumpang dan 14 awak di dalam pesawat, Dudi menyatakan hal itu bukanlah faktor penyebab kecelakaan sebab Hercules memiliki daya angkut lebih dari itu. "Itu jumlah yang bisa ditoleransi. Hercules biasa terbang reguler ke Indonesia timur dan selain mengangkut personel, juga membawa keluarga. Itu hal biasa," katanya.

Dudi juga menyoroti peristiwa jatuhnya roda Hercules di Wamena beberapa waktu lalu. "Itulah, semua terkait pada suku cadang. Perawatannya bagus. Pesawat itu dirawat dengan bagus. Tapi suku cadangnya tidak ada," papar Dudi.

Menurut Dudi, untuk menghindari terulangnya peristiwa itu, pesawat yang tidak dilengkapi suku cadang yang bagus sebaiknya tidak dipaksa terbang. "Kalau pesawat tidak bisa terbang, jangan dipaksa dengan diakali. Adakan suku cadang," ujar Dudi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau