JAKARTA, KOMPAS.com — Penyebab jatuhnya pesawat Hercules TNI AU dengan nomor ekor Alpha 1325 masih belum diketahui. Pada saat peristiwa terjadi, diberitakan bahwa cuaca dalam keadaan normal dan tidak ada gangguan yang memungkinkan terjadinya kecelakaan.
Namun, salah satu hal yang dicurigai menjadi biang keladi kecelakaan adalah ketiadaan suku cadang untuk pesawat-pesawat yang dimiliki TNI AU. Menurut pengamat penerbangan Dudi Sudibjo, pesawat Hercules yang dimiliki TNI AU memang kekurangan suku cadang.
"Pesawat itu sudah ada sejak tahun 1980-an. Tapi usia 20 tahun bukan berarti tua. Jadi bukan usia. Saya lebih melihat masalah perawatan yang terkait dengan suku cadang. Kita ada keterbatasan suku cadang, padahal kalau diperintahkan terbang harus siap," ujar Dudi saat dihubungi Kompas.com.
Menurutnya, setelah embargo suku cadang untuk pesawat militer dicabut, TNI AU masih menghadapi masalah keterbatasan dana. "TNI itu setengah mati kalau mau bisa menerbangkan seluruh pesawat yang dimiliki. Suku cadangnya terbatas. Jadi, susah sekali menerbangkan semua Hercules kita," lanjutnya.
Mengenai adanya 98 penumpang dan 14 awak di dalam pesawat, Dudi menyatakan hal itu bukanlah faktor penyebab kecelakaan sebab Hercules memiliki daya angkut lebih dari itu. "Itu jumlah yang bisa ditoleransi. Hercules biasa terbang reguler ke Indonesia timur dan selain mengangkut personel, juga membawa keluarga. Itu hal biasa," katanya.
Dudi juga menyoroti peristiwa jatuhnya roda Hercules di Wamena beberapa waktu lalu. "Itulah, semua terkait pada suku cadang. Perawatannya bagus. Pesawat itu dirawat dengan bagus. Tapi suku cadangnya tidak ada," papar Dudi.
Menurut Dudi, untuk menghindari terulangnya peristiwa itu, pesawat yang tidak dilengkapi suku cadang yang bagus sebaiknya tidak dipaksa terbang. "Kalau pesawat tidak bisa terbang, jangan dipaksa dengan diakali. Adakan suku cadang," ujar Dudi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang