Puisi-puisi Trie Utami

Kompas.com - 20/05/2009, 11:11 WIB

ILLUMINA 1.10

dihadapanku gelap tapi kelam adalah dia,
begitu ia menyebut dirinya sebagai si luka
yang meraung menjeritkan cinta.. cinta.. dan cinta..

tapi sungguh mati kesima itu tinggal dijantungku,
wahai ia demikian sengsara
akibat segala macam puja
yang ia muncratkan
dengan sengaja
kemana-mana
kepada siapa saja

aku cuma bisa menatap
mengelusnya dari kejauhan
seraya bertanya
mengapa kau sekerdil itu sayang?

trie 'iie' utami / 200509

ILLUMINA 1.9

menangkap gelisah dijiwanya, ia menularkan gemetar yang sangat.
gerangan racun apa yang ada didalam darahnya?
kerinduan ? bentuknya maya..

menerima keangkuhan dikata-katanya, ia mengantar luka yang nian.
gerangan benda apa yang merobek dinding hatinya?
cinta ? bentuknya tak berupa..

merangkul cinta digetarannya, ia mengirimkan pesan sengsara.
gerangan pedang apa yang mencabik perasaanya?
gulana ? bentuknya belum sempurna...

jadi, apa yang datang menggempur hidupnya?
kerinduan, cinta dan gulana
teraduk tercampur leleh saling mewarnai
silih berganti
dan diujungnya ada jelaga
yang ia oleskan disetiap kosong kesunyianku.

trie 'iie' utami / 200509

ILLUMINA 1.8

ia adalah misteri
yang tak ingin kuselidiki

ia adalah rahasia
yang tak ingin kubuka

ia adalah teka-teki
yang tak ingin kuketahui

disana ia jumawa
penuh cinta
menyemburkan bisa
berbahaya

namun aku merasa ada
dipuja olehnya
dalam tiada

trie 'iie' utami / 200509

ILLUMINA 1.7

apakah ia kekasihku ?
bukan,
tapi aku cinta padanya

apakah ia belahan jiwaku ?
bukan,
namun aku separuh hatinya

apakah ia cinta padaku ?
tidak,
namun ia kekasihku

apakah ia separuh nyawaku ?
tidak,
namun aku pelengkap hidupnya.


trie 'iie' utami / 200509

ILLUMINA 1.6

dinginnya ia bukan udaraku
namun gigilnya milikku

sepinya ia taklah mendekatiku
namun senyapnya untukku

gelapnya ia jauh dariku
namun pekatnya dimataku

lukanya ia tak teraba
namun perihnya disekujur tubuhku

demikian aku terikat padanya
walau aku merasa buta
tak tahu siapa dia sebenarnya


trie 'iie' utami, 200509

ILLUMINA 1.5

ia hidup didalam halimun
seperti ia tinggal didalamnya

wajahnya
hatinya
jiwanya
isi kepalanya
berkabut

bahkan kata-katanya !!!

untukku ialah halimun itu
hanya getarannya yang sampai
diujung kuku
ditepi hati
dilasar jiwa
dipuncak teriak

ia tumbuh didalam halimun
menjadi kabutnya

trie 'iie' utami 190509

ILLUMINA 1.4

ia temannya duka
maut adalah karibnya
yang ia panggil berkali-kali
berulang-ulang
seolah kekasih

namun begitulah
dunianya sunyi
sekelilingnya dingin
yang hangat cuma jemarinya
menuliskan cinta
di luas cakrawala

ia temannya duka
maut adalah cintanya
yang ia cumbui berkali-kali
berulang-ulang
serupa istri

trie 'iie' utami 190509

ILLUMINA 1.3

siapa dia ..?
yang tak teraba
tak bersuara
tak kenal

tapi dia ada
disana
entah dimana
tidak tau siapa

biarlah dia
tetap ditempatnya
apa adanya
dalam sunyinya
kelamnya
lukanya
perihnya


tri 'iie' utami 190509

ILLUMINA 1.2

disisinya ada sunyi yang kelam
dihatinya ada kelam yang sunyi
kenapa dia..
begitu larat menghamba duka

warnanya pias
tak ada pelangi dilembahnya
sebab airmata kesengsaraan
terjun dari bukit tertinggi
menghantam duka
sampai kedasar yang terdalam
kenapa dia..
begitu cemas akan kematian

suaranya sepi
tak ada bunyi apa-apa
sebab tenggorokannya tersumbat kata
yang dihamburkan keseluruh sudut semesta
liar tak terkendali
kenapa dia..
begitu lara hela nafasnya

trie 'iie'utami 190509

ILLUMINA 1.1

Betul,
ada keterpisahan
tapi betul
ada keterkaitan

Bentuknya serupa apa?
kesedihan
muram
luka
dan berjuta tanya

Jadi bagaimana?
beginilah saja
merangkai rasa
yang menemani semua indera
melangkah menujunya

Entah kapan sampainya
Entah dimana muaranya

Trie Utami - 190509

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau