ILLUMINA 1.10
dihadapanku gelap tapi kelam adalah dia,
begitu ia menyebut dirinya sebagai si luka
yang meraung menjeritkan cinta.. cinta.. dan cinta..
tapi sungguh mati kesima itu tinggal dijantungku,
wahai ia demikian sengsara
akibat segala macam puja
yang ia muncratkan
dengan sengaja
kemana-mana
kepada siapa saja
aku cuma bisa menatap
mengelusnya dari kejauhan
seraya bertanya
mengapa kau sekerdil itu sayang?
trie 'iie' utami / 200509
ILLUMINA 1.9
menangkap gelisah dijiwanya, ia menularkan gemetar yang sangat.
gerangan racun apa yang ada didalam darahnya?
kerinduan ? bentuknya maya..
menerima keangkuhan dikata-katanya, ia mengantar luka yang nian.
gerangan benda apa yang merobek dinding hatinya?
cinta ? bentuknya tak berupa..
merangkul cinta digetarannya, ia mengirimkan pesan sengsara.
gerangan pedang apa yang mencabik perasaanya?
gulana ? bentuknya belum sempurna...
jadi, apa yang datang menggempur hidupnya?
kerinduan, cinta dan gulana
teraduk tercampur leleh saling mewarnai
silih berganti
dan diujungnya ada jelaga
yang ia oleskan disetiap kosong kesunyianku.
trie 'iie' utami / 200509
ILLUMINA 1.8
ia adalah misteri
yang tak ingin kuselidiki
ia adalah rahasia
yang tak ingin kubuka
ia adalah teka-teki
yang tak ingin kuketahui
disana ia jumawa
penuh cinta
menyemburkan bisa
berbahaya
namun aku merasa ada
dipuja olehnya
dalam tiada
trie 'iie' utami / 200509
ILLUMINA 1.7
apakah ia kekasihku ?
bukan,
tapi aku cinta padanya
apakah ia belahan jiwaku ?
bukan,
namun aku separuh hatinya
apakah ia cinta padaku ?
tidak,
namun ia kekasihku
apakah ia separuh nyawaku ?
tidak,
namun aku pelengkap hidupnya.
trie 'iie' utami / 200509
ILLUMINA 1.6
dinginnya ia bukan udaraku
namun gigilnya milikku
sepinya ia taklah mendekatiku
namun senyapnya untukku
gelapnya ia jauh dariku
namun pekatnya dimataku
lukanya ia tak teraba
namun perihnya disekujur tubuhku
demikian aku terikat padanya
walau aku merasa buta
tak tahu siapa dia sebenarnya
trie 'iie' utami, 200509
ILLUMINA 1.5
ia hidup didalam halimun
seperti ia tinggal didalamnya
wajahnya
hatinya
jiwanya
isi kepalanya
berkabut
bahkan kata-katanya !!!
untukku ialah halimun itu
hanya getarannya yang sampai
diujung kuku
ditepi hati
dilasar jiwa
dipuncak teriak
ia tumbuh didalam halimun
menjadi kabutnya
trie 'iie' utami 190509
ILLUMINA 1.4
ia temannya duka
maut adalah karibnya
yang ia panggil berkali-kali
berulang-ulang
seolah kekasih
namun begitulah
dunianya sunyi
sekelilingnya dingin
yang hangat cuma jemarinya
menuliskan cinta
di luas cakrawala
ia temannya duka
maut adalah cintanya
yang ia cumbui berkali-kali
berulang-ulang
serupa istri
trie 'iie' utami 190509
ILLUMINA 1.3
siapa dia ..?
yang tak teraba
tak bersuara
tak kenal
tapi dia ada
disana
entah dimana
tidak tau siapa
biarlah dia
tetap ditempatnya
apa adanya
dalam sunyinya
kelamnya
lukanya
perihnya
tri 'iie' utami 190509
ILLUMINA 1.2
disisinya ada sunyi yang kelam
dihatinya ada kelam yang sunyi
kenapa dia..
begitu larat menghamba duka
warnanya pias
tak ada pelangi dilembahnya
sebab airmata kesengsaraan
terjun dari bukit tertinggi
menghantam duka
sampai kedasar yang terdalam
kenapa dia..
begitu cemas akan kematian
suaranya sepi
tak ada bunyi apa-apa
sebab tenggorokannya tersumbat kata
yang dihamburkan keseluruh sudut semesta
liar tak terkendali
kenapa dia..
begitu lara hela nafasnya
trie 'iie'utami 190509
ILLUMINA 1.1
Betul,
ada keterpisahan
tapi betul
ada keterkaitan
Bentuknya serupa apa?
kesedihan
muram
luka
dan berjuta tanya
Jadi bagaimana?
beginilah saja
merangkai rasa
yang menemani semua indera
melangkah menujunya
Entah kapan sampainya
Entah dimana muaranya
Trie Utami - 190509
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang