Menyambangi Rumah Wiranto di Atas Lahan 1,9 Ha

Kompas.com - 20/05/2009, 17:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski kekayaan Wiranto tak sebanyak Prabowo Subianto, tetapi calon wakil presiden dari Partai Hanura ini memiliki kediaman yang terbilang luar biasa.

Rumah yang beralamat di Jalan Palem Kartika No 21, Bambu Apus, Jakarta Timur, ini berdiri di atas lahan sekitar 1,9 hektar dengan bentuk arsitektur  khas tradisional Jawa. Bangunan utama yang difungsikan sebagai kediaman di mana Wiranto tinggal bersama istrinya Uga Wiranto dan putra bungsunya Zainal, sebenarnya tidak terlalu besar.

Namun, di atas lahan luas ini tersebar dua kolam ikan berdiameter sekitar delapan meter dan lima meter di bagian depan rumah. Di belakang rumah, terdapat kolam renang dan kandang burung.

Di dalam kandang inilah Wiranto meletakkan sejumlah burung jalak dan tiga kasuari miliknya. Menurut Wawan, salah satu pembantu yang mengaku sudah bekerja selama tujuh tahun di rumah Wiranto, majikannya itu termasuk penggemar burung.

"Bapak memang suka. Waktu itu, burungnya (kasuari) banyak. Tapi sekarang tinggal tiga, banyak yang mati," ujar Wawan.

Di sisi kiri rumah, tampak pendapa yang luasnya lebih luas daripada bangunan rumah. Bagian belakang pendapa merupakan bangunan bertingkat di mana lantai dasar difungsikan sebagai dapur, sedangkan dua lantai lainnya difungsikan sebagai tempat tuan rumah menjamu tamu yang datang menginap. Sekilas terlihat, peralatan fitness di lantai dua pendapa.

"Bapak yang sering pakai," tutur Wawan kemudian.

Bergerak makin ke kiri, terlihat sebuah lapangan bulutangkis. Sementara di belakangnya terdapat rumah kaca tumbuhan. Menurut Wawan, Wiranto juga masih aktif bermain bulu tangkis hingga kini.

Berbagai tumbuhan, mulai dari rerumputan, palem hingga pohon jati menghias sisa ruang lahan kediaman Wiranto. Semuanya menghadirkan ketenangan dan keindahan tersendiri, termasuk dua patung yang menyerupai arca di tangga menuju pendapa yang terbuat dari kayu dengan ukiran-ukiran unik khas Jawa, sangat apik.

Wawan kembali menambahkan bahwa Wiranto memang nyeni. Pasangan capres Jusuf Kalla dalam pemilihan presiden mendatang ini doyan menyanyi dan mencintai budaya Jawa.

Hingga berita ini diturunkan, KPK masih melakukan verifikasi terhadap harta kekayaan Wiranto. Ketika dilaporkan, Direktur Gratifikasi KPK Lambok Hutauruk mengatakan, harta kekayaan Wiranto mencapai Rp 86 miliar. Kira-kira, berapa ya harga rumahnya?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau