Sri Lanka Rayakan Hari Kemenangan

Kompas.com - 20/05/2009, 17:44 WIB

KOLOMBO, KOMPAS.com — Pemerintah Sri Lanka menetapkan hari ini, Rabu (20/5), sebagai hari libur untuk merayakan kemenangan atas pemberontak Macan Tamil yang sudah lebih dari 20 tahun terus menimbulkan konflik di wilayah utara.

Kegembiraan bukan hanya dilampiaskan dengan dansa-dansi di jalan-jalan selama tiga hari, tetapi banyak warga memasak nasi susu, masakan tradisional Sri Lanka, di jalan-jalan dan membagikannya kepada orang yang melintas di dekatnya.

Dalam pidato kemenangannya, kemarin, Presiden Mahinda Rajapaksa meminta kelompok minoritas Tamil bergabung dengan seluruh bangsa, menyusul kekalahan pemberontak dan tewasnya pimpinan mereka.

Akan tetapi, itu tampaknya tidak mudah mengingat pemberontakan itu sudah berlangsung lebih dari seperempat abad.

"Semua orang di negeri ini harus hidup aman tanpa ketakutan dan kecurigaan. Semua harus hidup dalam kesetaraan. Itulah tujuan saya," kata Presiden Rajapakse lantang dalam bahasa Tamil.

Di Geneva, Sekjen PBB Ban Ki-moon menyatakan, aspirasi bangsa Tamil dan kaum minoritas lain di dunia harus didengar. Ban Ki-moon dijadwalkan akan terbang ke Sri Lanka, Jumat lusa, dan berharap bisa mengunjungi kamp-kamp tempat penampungan bagi ribuan orang yang tercerabut dari akarnya akibat perang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau