Ekspor Beras Hanya Akan Untungkan Pedagang

Kompas.com - 21/05/2009, 11:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Harian Kerukunan Tani dan Nelayan Indonesia (HKTI) Benny Pasaribu minta agar rencana mengekspor beras pada semester kedua 2009 ditinjau ulang. Menurut Benny, rencana itu sarat nuansa politis dan hanya menguntungkan pedagang.
     
"Saya khawatir rencana ekspor beras tersebut hanya menguntungkan pedagang dan saudagar bukan para petani," kata Benny Pasaribu di Jakarta, Kamis.
     
Menurut dia, dengan kebijakan ekspor harga jual beras di tingkat petani tetap rendah sehingga marjin keuntungan yang lebih besar ada pada para pedagang dan saudagar. Surplus produksi beras belum pasti dan belum ada jaminan terjadi stabilitas surplus.
     
Sementara itu bila terjadi kekurangan suplai di dalam negeri, pemerintah seharusnya bersikap bijak, jangan hanya berpikir memenuhinya melalui impor. "Saya dengar kontrak impor beras dengan pemerintah Thailand masih jalan. Itu berarti impor beras masih dilakukan," katanya.
     
Menurut dia, jika pemerintah ingin meningkatkan kesejahteraan para petani, sebaiknya lebih memprioritaskan pemmbelian beras dari petani untuk memenuhi kebutuhan domestik. Pemerintah juga harus meningkatkan harga pokok pembelian gabah kering giling dari para petani serta menekan marjin tata niaga sehingga harga jual beras di tingkat konsumen tetap terjangkau.
     
"Wajar saja jika negara melakukan intervensi untuk melindungi industri pangan di dalam negeri," katanya. Benny juga mempertanyakan, beras yang akan diekspor berasal dari mana, apakah benar-benar produksi petani atau beras kualitas super dari kontrak impor sebelumnya.
     
"Karena di pasar lokal yakni di supermarket banyak beredar beras impor kualitas super," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau