Purwanto Selamat Meski Patah Tangan

Kompas.com - 21/05/2009, 21:37 WIB

 

BANTUL, KOMPAS.com - Di balik kabar duka, ada penumpang pesawat Hercules warga Yogyakarta yang selamat, yakni Prajurit Dua Purwanto (25), warga Dusun Mandingan, Bantul Kota.

Menurut penuturan Puji Slamet, ibunda Purwanto, yang sehari-hari berjualan bunga di Pasar Beringharjo, anaknya hanya mengalami patah tangan akibat meloncat dari pesawat

Pihak Keluarga mendapat kabar kepastian dari Purwanto sendiri, lewat telepon, beberapa jam sesudah kejadian, sebelum sang ayah berangkat ke Magetan untuk memastikan kabar Purwanto. "Rasanya lega," ucap Puji. Saat ini, Purwanto masih dirawat di rumah sakit di Madiun.

Purwanto yang masuk pendidikan militer TNI AU tahun 2007 lalu ini, hendak dipindahtugaskan ke Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional 4 TNI AU Biak (Papua). Sebelumnya ia ditugaskan di Tangerang.

Di Provinsi DIY, tercatat lima korban tewas kecelakaan Hercules. Mereka dimakamkan tadi sore. Marsekal Pertama Harsono (50), beserta istrinya, Dati Wulandari (42), yang tinggal di Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, dimakamkan di Desa Karangnongko, Gondang, Klaten.

Sersan Dua Danuri (37), warga Dusun Merian, Timbulharjo, Sewon, Bantul, dimakamkan di Pemakaman Windoro Candran yang hanya berjarak 700 meter dari rumahnya. Prajurit Dua Wisnu Triadi (24), warga rendeng Wetan, Sabdodadi, Bantul, di Pemakaman Rendeng Wetan di kampungnya. Sedangkan Mayor Agustinus Agus Wigit Santoso (42), warga Perumahan Sumberadi Permai, Mlati, Sleman, dimakamkan di Dusun Tajen, Sidomoyo, Godean.

Harsono adalah Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional 4 TNI AU Biak (Papua), membawahi Danuri dan Agus. Sebelum di sana, Harsono pernah sebagai Komandan Pangkalan Udara Supadio, Pontianak. Adapun Danuri baru beberapa hari lalu menda pat tugas di Biak, meninggalkan tugas sebelumnya sebagai anggota Satuan Radar 215 Congot (Kulon Progo).

Sementara Wisnu anggota Pelabuhan Udara Wolter Monginsidi, Kendari. Wisnu baru saja menghabiskan cuti dua minggu di Bantul dan hendak balik ke Kendari. Wisnu, menurut penuturan pihak keluarga, sebenarnya akan menikah setidaknya setahun lagi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau