BANTUL, KOMPAS.com - Di balik kabar duka, ada penumpang pesawat Hercules warga Yogyakarta yang selamat, yakni Prajurit Dua Purwanto (25), warga Dusun Mandingan, Bantul Kota.
Menurut penuturan Puji Slamet, ibunda Purwanto, yang sehari-hari berjualan bunga di Pasar Beringharjo, anaknya hanya mengalami patah tangan akibat meloncat dari pesawat
Pihak Keluarga mendapat kabar kepastian dari Purwanto sendiri, lewat telepon, beberapa jam sesudah kejadian, sebelum sang ayah berangkat ke Magetan untuk memastikan kabar Purwanto. "Rasanya lega," ucap Puji. Saat ini, Purwanto masih dirawat di rumah sakit di Madiun.
Purwanto yang masuk pendidikan militer TNI AU tahun 2007 lalu ini, hendak dipindahtugaskan ke Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional 4 TNI AU Biak (Papua). Sebelumnya ia ditugaskan di Tangerang.
Di Provinsi DIY, tercatat lima korban tewas kecelakaan Hercules. Mereka dimakamkan tadi sore. Marsekal Pertama Harsono (50), beserta istrinya, Dati Wulandari (42), yang tinggal di Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, dimakamkan di Desa Karangnongko, Gondang, Klaten.
Sersan Dua Danuri (37), warga Dusun Merian, Timbulharjo, Sewon, Bantul, dimakamkan di Pemakaman Windoro Candran yang hanya berjarak 700 meter dari rumahnya. Prajurit Dua Wisnu Triadi (24), warga rendeng Wetan, Sabdodadi, Bantul, di Pemakaman Rendeng Wetan di kampungnya. Sedangkan Mayor Agustinus Agus Wigit Santoso (42), warga Perumahan Sumberadi Permai, Mlati, Sleman, dimakamkan di Dusun Tajen, Sidomoyo, Godean.
Harsono adalah Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional 4 TNI AU Biak (Papua), membawahi Danuri dan Agus. Sebelum di sana, Harsono pernah sebagai Komandan Pangkalan Udara Supadio, Pontianak. Adapun Danuri baru beberapa hari lalu menda pat tugas di Biak, meninggalkan tugas sebelumnya sebagai anggota Satuan Radar 215 Congot (Kulon Progo).
Sementara Wisnu anggota Pelabuhan Udara Wolter Monginsidi, Kendari. Wisnu baru saja menghabiskan cuti dua minggu di Bantul dan hendak balik ke Kendari. Wisnu, menurut penuturan pihak keluarga, sebenarnya akan menikah setidaknya setahun lagi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang