BARCELONA, KOMPAS.com — Gelandang Barcelona, Seydou Keita, mengatakan, ia tidak ingin tampil sebagai bek kiri di final Liga Champions. Ia rela tidak bermain di final Liga Champions demi kemenangan Barca.
Posisi bek kiri adalah salah satu masalah yang belum benar-benar teratasi Barcelona. Absennya Eric Abidal membuat pelatih Josep Guardiola harus memutar otak untuk mencari penggantinya.
"El Barca" sebetulnya masih punya bek lain untuk sektor kiri, yaitu Sylvinho. Namun, mengingat usia Sylvinho sudah 34 tahun dan jarang tampil, Guardiola ragu memilihnya.
Pilihan kemudian jatuh kepada Keita. Akan tetapi, pemain yang kerap dipasang sebagai gelandang jangkar ini tidak pernah bermain sebagai sayap kiri. Jika Guardiola tetap memaksanya di kiri, itu dapat mendatangkan masalah baginya dan juga klub.
"Aku sudah mengatakan kepada pelatih. Kami punya pemain yang lebih bisa berkontribusi di posisi itu, seperti Sylvinho," ujarnya. "Aku tak pernah bermain di sana. Ini adalah pertandingan penting dan aku tidak pernah melihat diriku bermain di situ."
Dengan alasan ini, Keita rela dirinya tidak masuk starting line-up pada laga final lawan Manchester United. Jika akhirnya Guardiola tak memainkannya di laga itu, hal itu juga tak menjadi masalah baginya. "Ini bukan masalahku. Aku di sini untuk membantu dan bila Guardola memutuskan bahwa aku tidak akan bermain di final, itu tak berarti apa-apa," tandas pemain asal Mali tersebut. (GL)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang