MANADO, KOMPAS.com — Warga Sidoarjo, Jawa Timur, yang menjadi korban lumpur Lapindo akan dialihkan ke Kabupaten Bolaangmongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara (Sulut), dalam program transmigrasi.
Sebanyak 250 kepala keluarga (KK) yang tercatat resmi akan dialihkan ke Desa Matabulu, Kecamatan Nuangan, Boltim. Demikian dikatakan Kadis Catatan Sipil, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Boltim Hartati Kadengkang, Jumat (22/5).
Pemilihan lokasi transmigrasi di Desa Matabulu karena sudah melalui kajian dan pertimbangan matang, baik dari tingkat lingkungan, maupun masyarakat bisa menjalankan kegiatan perekonomiannya.
Pemerintah setempat telah menyediakan sebanyak 500 unit perumahan atas kucuran bantuan pemerintah pusat guna dimanfaatkan oleh warga korban Lumpur Lapindo.
Pemerintah turut menyediakan lahan pertanian dan perkebunan yang baru guna dimanfaatkan warga tersebut, dalam mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
Pada prinsipnya, masyarakat setempat menerima ikhlas warga korban Lumpur Lapindo itu, dan bisa menjadi bagian masyarakat di daerah itu. Demikian dikatakannya.
Anggota DPRD Sulut, Benny Rhamdani, mengatakan, program transmigrasi harus melalui pertimbangan matang, mengingat ada lahan baru harus dibuka yang tidak merusak ekosistem hutan.