Remis, Irene Kehilangan Peluang

Kompas.com - 22/05/2009, 21:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Grand master wanita Irene Kharisma Sukandar (elo rating 2.300) kehilangan peluang untuk lolos ke Kejuaraan Dunia Catur Wanita setelah hanya bermain remis melawan MIW Nafisa Muminova (2.212) dari Uzbekistan pada babak kesembilan Kejuaraan Catur Perorangan Asia ke-8 yang berlangsung di Olongapo City, Filipina, Kamis malam lalu.

Hasil remis itu membuat Irene hanya mengumpulkan 5 poin dan peringkat sementaranya merosot lagi ke peringkat 16, dan semakin tertinggal jauh dari pimpinan klasemen. Padahal, syarat untuk dapat lolos adalah menduduki peringkat tiga besar kejuaraan Asia ini, sementara pertandingan tinggal menyisakan dua babak lagi. Demikian Humas PB Percasi, Jumat (22/5).

Pimpinan klasemen sementara saat ini, MIW Zhang Xiaowen (2.340) dari China, terus memperlebar jarak dengan menundukkan GMW Swathi Ghate (2.330) dari India pada babak kesembilan dan kini sudah membukukan 7,5 poin. Ju Wenjun (2.454) dan MFW Ding Yixin (2.281) membuntuti dengan 6,5 angka.

Partai Nafisa vs Irene yang menggunakan pembukaan Ruy Lopez variasi Tertutup berjalan datar sampai Nafisa melancarkan pengorbanan kuda pada langkah ke-25 yang harus diterima Irene kalau tidak mau kuda lawan masuk menerobos daerah pertahanannya dan menduduki pos kuat di e6. Namun, menerima pengorbanan tersebut berarti posisi Irene di bawah angin. Irene sempat kalah satu bidak pada langkah ke-31.

Permainan akhir benteng enam bidak lawan lima bidak yang timbul sudah dimenangkan Nafisa karena bidaknya ada yang bertumpuk pada lajur-d. Pada langkah ke-39 Irene berhasil merebut bidaknya kembali. 

Kedua pemain lalu saling bertukar bidak bebasnya pada langkah ke-42 membuat masing-masing sama memiliki tiga bidak pada satu sayap dan partai mutlak berimbang. Kedua pemain baru sepakat remis pada langkah ke-51 setelah tiga kali terjadi pengulangan langkah.

Sementara itu, pecatur putra Indonesia GM Susanto Megaranto (2.553) harus menyerah melawan pecatur non-gelar asal China yang pernah juara dunia KU10, Yu Yangyi (2.433). Susanto menyerah pada langkah ke-51.

Kekalahan tersebut praktis juga mengubur peluang Susanto untuk masuk 10 besar, dan merebut tiket ke Piala Dunia Catur di Khanty Mansyisk, Rusia, akhir tahun ini. Klasemen sementara kini diduduki sendirian oleh pecatur tuan rumah GM Rogelio Antonio Jr. (2.518) yang menang atas GM Le Quang Liem (2591, Vietnam) dengan 7 poin.

Empat pemain membuntuti dengan 6,5 angka, yaitu GM Sandipan Chanda (2.558, India), GM Surya Sekhar Ganguly (2.625, India), GM Hou Yifan (2.590, China), dan GM Zhou Weiqi (2.563, China).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau