Selingkuhi Besan, Khoirudin Dibunuh Anak dan Iparnya

Kompas.com - 22/05/2009, 22:02 WIB

KOMPAS.com- Khoirudin (47) yang duda dan Sopiah yang janda sebenarnya berbesan. Anaknya, Eryanto (25) menyunting Nuraini (20), anak Sopiah.

Akan tetapi, hubungan Khorudin, warga Dusun Telago Manis, Desa Tanjungaur, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, Jambi tampaknya tak sekadar hubungan antarbesan. Keduanya terlihat mesra, sampai seluruh warga mengetahui hubungan yang tak wajar itu.

Menyadari hubungan yang menjadi gunjingan warga itu, Eryanto tentu saja malu. Demikian juga dengan Suhaimi (25), adik ipar Khoirudin. Keduanya bersama warga pernah mengingatkan Khoirudin untuk tidak melanjutkan hubungan asmaranya dengan sang besan.

Namun, Khoirudin malah mengaku sudah menikahi Sopiah, meski ketika didesak warga ia tak bisa menunjukkan surat nikah. Setelah itu, warga tak begitu peduli.

Dua bulan setelah itu, Khoirudin dan Sopiah mengaku telah bercerai, tapi keintiman mereka bak pasangan yang dimabuk asmara tetap terjalin. Bahkan Khoirudin makin sering bertandang ke rumah Sopiah. 

Keadaan itu memancing amarah Eryanto dan Suhaimi. Rabu (20/5) malam lalu sekitar pukul 20.00, Khoirudin kembali datang ke rumah Sopiah. Eryanto dan Suhaimi pun mengusirnya, Khoirudin bergeming.

Kedua paman-keponakan itu makin marah. Keduanya lalu mengambil balok kayu dan memukuli ayah dan kakak iparnya itu secara membabi buta. Mendengar ada keributan, warga dan aparat Polsek Tebo Ulu langsung datang ke lokasi. 

Kedua tersangka diamankan berikut dua buah balok kayu sebagai barang bukti, sementara Khoirudin dilarikan ke RSUD Muarabungo, tetapi karena lukanya parah ia akhirnya meninggal pada Kamis dini hari sekitar pukul 04.00.

Kepala Kepolisian Resor Tebo Ajun Komisaris Besar Franky Harianto melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris Herman Suriono menyatakan, kedua tersangka saat ini telah diamankan.

"Dari hasil pemeriksaan sementara, motif pengeroyokan ini diduga tersangka Eryanto dan Suhaimi kesal akibat hubungan korban dengan Sopiah. Kedua tersangka mengaku malu karena sudah berkali-kali mengingatkan korban tapi tidak diindahkan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau