JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Gerindra Suhardi mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil pemilu legislatif karena Gerindra hanya memperoleh 4,6 persen. Padahal, jumlah anggota partai berlambang burung garuda ini terdaftar hingga 12 juta.
"Kita telah berjuang habis kampanye door to door dalam waktu yang panjang. Tiba-tiba kita dikalahkan dengan isu BLT dan kampanye senyap kenaikan gaji," katanya dalam pembukaan Rakernas Partai Gerindra, di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Sabtu (23/5).
Suhardi memang mengakui ada sejumlah kelemahan yang ada partainya seperti belum adanya kader terlatih dan para saksi di TPS. "Masih kurangnya pengorbanan kader untuk perang darat sampai ke ranting," tegasnya.
Meski begitu, kata Suhardi, hasil itu harus disyukuri karena langsung muncul dan mendapat angka 4,6 persen. Tak seperti partai lain seperti PKS yang dalam penampilan pertamanya hanya mendapat 1,7 persen. Sementara Demokrat hanya mendapat 7 persen. "Kita dianggap partai ajaib yang muncul langsung 4,6 persen dan mempunyai cawapres dari partai," katanya.
Pembukaan Rakernas dimulai sekitar pukul 09.15 dan dibuka oleh Hasim Djoyohadikusumo, anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, dengan pemukulan gong.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang