Tekuk PSMS, Persipura Tatap Semifinal Copa Indonesia

Kompas.com - 23/05/2009, 18:56 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Persipura Jayapura mulai menatap semifinal Copa Dji Sam Soe Indonesia, setelah dalam pertandingan pertama babak delapan besar menang atas tuan rumah PSMS Medan 2-0 (1-0) di Stadion Teladan Medan, Sabtu (23/5).

Kemenangan ini juga semakin memuluskan langkah Persipura mengawinkan gelar Super Liga Indonesia dengan Copa Indonesia musim ini. Gol kemenangan Persipura dicetak striker Alberto Goncalves da Silva atau yang lebih dikenal dengan nama Beto menit ke-33.

Gol kedua Persipura dicetak oleh tandem Beto di lini depan, Ernest Jeremiah menit ke-73. Kemenangan ini semakin memantapkan dominasi Persipura di dua ajang kompetisi sepak bola Indonesia.

Setelah memastikan gelar juara Super Liga Indonesia sebelum kompetisi musim ini berakhir, Persipura kini berambisi merebut tahta Copa Indonesia. "Kalau musim lalu Sriwijaya FC bisa mengawinkan gelar liga dan copa, kami pun berharap bisa melakukannya," ujar Pelatih Persipura Jacksen F Tiago usai pertandingan melawan PSMS.

Namun Jacksen buru-buru mengatakan kemenangan di partai pertama babak delapan besar Copa Indonesia, masih belum memastikan langkah Persipura melaju ke semi final.

"Pertandingan yang menentukan di Jayapura nanti. Semua masih bisa terjadi. Saya sudah mengatakan ke pemain, jangan sampai lengah di pertandingan kedua nanti," ujar pelatih yang juga pernah sukses membawa Persebaya Surabaya juara Liga Indonesia tahun 2004.

Meski bermain di kandang sendiri, PSMS mengakui kelas lawannya di atas mereka. Pelatih PSMS Rudy William Keltjees mengatakan, materi pemainnya jauh di bawah Persipura. "Harus diakui kami kalah kelas dari mereka. Kami mengakui kekalahan ini," ujar Rudy.

Rudy, pelatih keempat yang ditunjuk menangani PSMS musim ini, mengatakan masih belum menyerah meski di kandang sendiri timnya digelontor dua gol tanpa balas. "Tidak ada dalam kamus Rudy Keltjees menyerah sebelum bertanding. Saya tahu, di Jayapura atmosfernya juga sama, penuh tekanan karena pendukung Persipura juga ingin timnya menang, tetapi kami akan tetap berusaha," ujar Rudy.

Pertandingan kedua tim sebenarnya berjalan seimbang. Sadar secara materi, timnya kalah kelas, Rudy menginstruksikan para pemainnya menekan Persipura sejak awal. PSMS tak memberi keleluasaan begitu pemain Persipura menguasai bola. Strategi ini cukup efektif di menit-menit awal pertandingan, hampir tak ada peluang gol terjadi di depan gawang PSMS.

Namun tekanan bertubi-tubi dari PSMS justru membuat pemain belakang mereka sering lengah ketika Persipura melakukan serangan balik. Justru kesempatan mencetak gol pertama kali dimiliki pemain Persipura. Tetapi tendangan Ernest yang lolos dari kawalan dua pemain belakang PSMS, Reswandi dan Mauro Pinto, masih bisa diblok penjaga gawang Markus Horison Rihihina.

Para penyerang Persipura rupanya jeli memanfaatkan kelengahan barisan belakang PSMS ketika menyerang. Beto yang lolos dari kawalan Rachmadhani dengan mudah menaklukkan Markus. Skema serangan balik Persipura di babak pertama kembali hampir membuahkan gol saat tendangan bek sayap Ricardo Salampessy membentur tiang gawang.

Tertinggal satu gol, di babak kedua PSMS tak mengendurkan serangan. Namun lagi-lagi kosentrasi menyerang ini menjadi titik lemah PSMS karena barisan belakang mereka justru kalah cepat dengan trio striker Persipura, Boaz Salossa, Beto dan Ernest. Kali ini giliran Ernest memperdayai Markus.

PSMS sempat mencetak gol menjelang pertandingan berakhir lewat kaki Mario Costas, menerima bola rebound hasil tendangan jarak jauh I Nyoman Adyana. Namun Costas dianggap telah berada dalam posisi off side sehingga wasit menganulir gol tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau