Yuk Ramai-ramai Keluar dari Papua

Kompas.com - 24/05/2009, 07:50 WIB

JAYAPURA, KOMPAS.com — Memperoleh mutu atau kualitas yang lebih baik menjadi alasan utama sebagian besar siswa SMA dan SMK di Kota Jayapura untuk melanjutkan pendidikan tinggi di luar Papua.

Sejumlah siswa SMA dan SMK kelas XII yang ditemui di Jayapura menyatakan, memilih kuliah di luar daerah Papua karena menurut mereka kualitas dan fasilitas pendidikan lebih terjamin.

Kualitas ini menyangkut standarisasi materi kuliah yang diberikan dosen, status akreditasi program studi, serta kedisiplinan dan daya kompetisi yang terbangun di lingkungan akademik.

Sementara itu, kelengkapan sarana dan prasarana perkuliahan yang cukup terjamin adalah perpustakaan, teknologi komputerisasi sebagai media pembelajaran yang mutakhir, dan laboratorium, terutama bagi program studi yang membutuhkan waktu praktikum.

Rana, siswa kelas XII yang saat ini menunggu pengumuman kelulusan ujian nasional, berencana untuk kuliah di Fakultas Kedokteran Umum. "Saya ingin kuliah di Universitas Erlangga di Surabaya karena saya dapat informasi jurusan kedokteran umum di sana bagus," katanya.

Selain alasan tersebut, mendapatkan pengalaman dan memperluas pergaulan sosial juga menjadi sebab para siswa di Jayapura untuk kuliah di perguruan tinggi luar Papua.

"Pengalaman belajar di luar Papua tentu lebih banyak dan menantang sehingga banyak wawasan yang bisa didapat dibandingkan tetap berada di Jayapura," ujar Aprian yang memilih jurusan teknik informatika.

Untuk daerah Indonesia bagian tengah, beberapa universitas negeri menjadi pilihan utama, misalnya Universitas Hasanudin, Makassar, Sulawesi Selatan, dan Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara.

Sementara itu, di bagian barat, sejumlah kampus besar menjadi sasaran para siswa yang telah mengirimkan berkas akademik, bahkan sebelum ujian akhir dilaksanakan, sesuai dengan jadwal pembukaan pendaftaran masing-masing universitas, di antaranya Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Institut Pertanian Bogor.

Universitas negeri yang berada di Provinsi Papua adalah Universitas Cenderawasih yang berdiri sejak 1962 serta memiliki jumlah fakultas dan program studi yang cukup representatif, baik untuk ilmu sosial politik, ekonomi, hukum, keguruan, teknik, maupun kedokteran umum.

Adapun di Papua Barat terdapat Universitas Negeri Papua yang merupakan wujud kemandirian dari Fakultas Pertanian Universitas Cenderawasih sejak 2001.

Kampus-kampus swasta juga telah hadir di Kota Jayapura dengan beberapa pilihan program studi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau